• Kamis, 7 Juli 2022

Puluhan Rumah dan Kantor Desa Citeureup Kebanjiran, Warga Kesal Pemkab Lambat Antisipasi

- Minggu, 31 Oktober 2021 | 15:13 WIB
Bencana banjir yang menimpa puluhan unit rumah warga dan juga  Kantor Desa Citereup Hari ini Sabtu malam adalah salah satu bukti lambatnya Pemkab Bogor. (Reza Zurifwan)
Bencana banjir yang menimpa puluhan unit rumah warga dan juga Kantor Desa Citereup Hari ini Sabtu malam adalah salah satu bukti lambatnya Pemkab Bogor. (Reza Zurifwan)
INILAHKORAN, Citeureup- Kekhawatiran warga terkait ancaman bencana di Desa Citeureup terbukti. Puluhan rumah dan kantor desa diterjang banjir, Sabtu 30 Oktober 2021.
 
Belum lama, Pemdes dan warga Desa Citeureup beraudiensi dengan pimpinan DPRD beserta Perumda Pasar Tohaga, DPU-PR, DLH, Dishub dan Satpol PP Kabupaten Bogor Jumat 29 Oktober 2021 kemarin.
 
Warga Desa Citeureup yang diwakili oleh Ali Taufan Vinaya sebagai Koordinator Tim Advokasi Dari Forum Relawan Demokrasi Kabupaten Bogor kesal. Dia menganggap, Pemkab Bogor lambat dalam menangani permasalahan yang sudah diadukan sebelumnya.
 
 
"Bencana banjir yang menimpa puluhan unit rumah warga dan juga  Kantor Desa Citereup Hari ini Sabtu malam adalah salah satu bukti lambatnya Pemkab Bogor dalam mengambil langkah, terkait aduan masyarakat baik yang disikapi oleh DPRD Kabupaten Bogor maupun Asisten Ekonomu dan Pembangunan," keluh Ali kepada wartawan, Minggu 31 Oktober 2021.
 
Ia menerangkan persoalan mengenai permasalahan buruknya drainase, menumouknya sampah dan lainnya akibat dampak buruk keberadaan Pasar maupun Terminal Citereup tersebut sudah di sampaikan dari jauh-jauh hari.
 
"Tanggal 12 Oktober, kami sudah melakukan audiensi yang di terima langsung oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, lalu jumat kemarin dengan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor. Agar tak ada korban materil, luka atau lainnya, kami pun memohon agar segera ada langkah tindak lanjut dari masukan atau keluhan warga dan Kepala Desa Citeureup," terangnya.
 
 
Dihubungi terpisah, Kepala Desa Citereup Marwan Hermawan membenarkan kejadian banjir yang menimpa Kantor Pemdes Citeureup dan puluhan unit rumah warganya.
 
"Akibat buruknya drainase, banyaknya sampah dan lainnya, air hujan pun masuk secara bebas  ke seluruh ruangan Kantor Desa Citeureup maupun puluhan unit rumah di sekitarnya, andaikata, langsung ada tindak lanjut dari Pemkab Bogor, mungkin banjirnya tidak seperti ini yang mencapai 30 hingga 60 Cm," kata Marwan.
 
Pasca kejadian bencana banjir, bersama jajaran ketua lingkungan, ia pun datang ke Kantor Desa Citeureup untuk melakuan aksi bersih-bersih dan menyelamatkan dokumen-dokumen penting.
 
 
"Penyelamatan dokumen-dokumen atau arsip milik Pemdes maupun warga Desa Citeureup itu sangat penting, dan untuk itulah kita amankan sambil melakukan bersih-bersih kantor dari lumpur maupun sampah yang terbawa air hujan," sambungnya.
 
Menanggapi kejadian bencana banjir tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto sangat menyesalkan akan lambatnya dinas atau instansi terkait. Ia pun berjanji  akan memantau langsung rekomendasi jajarannya hasil dari audiensi pada Jumat kemarin.
 
 
"Apabila ada dinas atau instansi yang tidak sigap dan tidak serius dalam nelaksanakan rekomendasi hasil audiensi kemarin, saya akan buat laporan langsung dan menyampaikannya ke Bupati Bogor," tegas Rudy.*** (Reza Zurifwan)

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X