• Rabu, 19 Januari 2022

Polres Bogor dan Polda Jabar Ungkap Jaringan Narkoba 5,6 Kg Sabu, Tersangkanya Karyawan Supermarket

- Sabtu, 6 November 2021 | 09:07 WIB
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi Ardimulan Chaniago (Reza Zurifwan)
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi Ardimulan Chaniago (Reza Zurifwan)
INILAHKORAN, Bogor-Polres Bogor dan Ditnarkoba Polda Jabar kembali mengungkap jaringan peredaran narkotika, dimana dalam pengungkapan ini pihak kepolisian mengamankan tiga orang tersangka yakni OP (32),  EN (46) dan seorang wanita DS (46)  dengan barang bukti 5,6 Kg sabu.
 
Modus operandi ketiga tersangka tersebut dalam mengedarkan barang haram tersebut ialah dengan cara sistem tempel ataupun menyimpannya di suatu tempat yang kemudian nantinya akan di ambil oleh si pemesan.
 
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi Ardimulan Chaniago dalam keterangan persnya mengatakan pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan yang di lakukan Sat Narkoba Polres Bogor bersama Ditnarkoba Polda Jabar, dari pengungkapan sebelumnya.
 
Dimana Pengungkapan tiga kasus peredaran narkotika kali ini, tersangka OP berhasil di tangkap di Kota Bekasi yang merupakan seorang karyawan supermarket berikut barang bukti sabu seberat 5,24 Kg.
 
"Barang bukti sabu yang kami anankan dari tersangka OP, telah di kemas kedalam plastik teh cina berwarna hijau yang bertuliskan GuanYinWang dan tiga buah timbangan digital. Yang dimana Barang ini didapat dari DA yang kini masih DPO. Tersangka OP  juga mengaku, dari 1 Kg sabu yang terjual, ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp 10 juta rupiah," kata Kombes Erdi, Jumat, (05/11/2021)
 
Mantan Direskrimum Polda Sumatera Barat ini menerangkan tersangka  DS  yang merupakan seorang ibu rumah tangga ini kita lakukan penangkapan  di rumahnya di Wilayah Jonggol Kabupaten Bogor, dengan barang bukti seberat 13,21 gram dan 1 buah timbangan digital.
 
"Dari pengakuannya, tersangka DS ini diperintahkan suaminya AS ( DPO) untuk mengedarkan sabu. Yang kemudian dari hasil penjualan 1 gram sabu ia akan di berikan imbalan sebesar 500 ribu rupiah," terangnya.
 
Sementara itu satu tersangka lainnya yaitu  EN yang bekerja sebagai tukang ojek ini kita amankan  disaat melakukan peredaran narkotika dengan barang bukti 5 bungkus plastik klip berisikan narkotika jenis sabu seberat 169,07 gram.
 
"Tersangka EN sendiri merupakan seorang residivis dalam kasus pencurian motor," tutur Kombes Erdi.
 
Dirnarkoba Polda Jabar Kombes Rudy Ahmad Sudrajat mengatakan, sabu yang diungkap ini berasal dari Cina, yang di pasok  lewat laut masuk melalui Aceh lalu di distribusikan ke Medan, Jakarta dan Bogor. 
 
"Sehingga dalam pengungkapan sebelumnya dan saat ini  yang berhasil di lakukan Narkoba Polres Bogor dan Ditnarkoba Polda Jabar ini berhasil mengamankan total barang bukti narkotika sebesar 11 Kilogram," kata Kombes Rudy.
 
Ia melanjutkan para tersangka ini pun akan kita jerat dengan pasal 114 (2) dan atau pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009. Dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau Pidana penjara minimal 5 tahun maksimal  20 tahun dan denda minimal 1 milyar rupiah, maksimal 10 milyar rupiah.*** (Reza Zurifwan)

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan Artif FTV di THM

Selasa, 18 Januari 2022 | 20:18 WIB

Ini Jawaban Bima Arya Soal Biskita Trans Pakuan

Selasa, 18 Januari 2022 | 19:31 WIB

Dewan Tagih Janji Bima Arya Soal BisKita

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:41 WIB

DPRD Kawal 10 Proyek Besar Tahun 2022 di Kota Bogor

Senin, 17 Januari 2022 | 10:13 WIB
X