• Selasa, 24 Mei 2022

Pembangunan Masjid Agung Bogor Terancam Mangkrak, Bima Arya Turun Tangan Ultimatum Kontraktor

- Minggu, 7 November 2021 | 09:17 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau pembangunan Masid Raya, Sabtu 6 November 2021. (Rizki Mauludi)
Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau pembangunan Masid Raya, Sabtu 6 November 2021. (Rizki Mauludi)
INILAH, Bogor- Pembangunan Masjid Agung di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah terancam mangkrak. Wali Kota Bogor Bima Arya pun turun tangan.
 
Bima Arya meninjau proyek pembangunan Masjid Agung yang hingga akhir tahun 2021, pengerjaan difokuskan pada pemasangan atap dan kolom spiral dengan anggaran Rp31 miliar. 
 
"Tahun ini pengerjaan Masjid Agung fokus untuk membangun atap dan kolom spiral. Hari ini saya cek sudah 37 persen. Ada deviasi sekitar 9 persen," ungkap Bima Arya.
 
 
Bima Arya melihat ada faktor cuaca dan teknis yang mempengaruhi pengerjaan. Karena itu dirinya meminta ditambah pekerjanya dari yang sekarang. Kemudian shift-nya juga ditambah, tetapi tetap menjaga kualitas dan safety diperhatikan. 
 
"Saya tidak mau ada keterlambatan. Jadi diusahakan kerja keras supaya tepat waktu. Karena ditunggu umat muslim SeKota Bogor," tutur Bima.
 
Bima Arya menegaskan, kepada kontraktor, dirinya akan mengawasi proyek tersebut secara intens. 
 
 
"Saya akan awasi terus. Saya akan intens mengawasi ini bersama dinas, bersama camat untuk memastikan pengerjaan ini tepat waktu," tegasnya. 
 
Bima membeberkan, pengerjaan fase ini dianggarkan Rp31 miliar dan diharapkan bisa terserap maksimal hingga akhir 2021. Untuk tahun depan, lanjut Bima, akan dianggarkan Rp 27 miliar. 
 
"Ini nanti akan membangun interiornya sehingga Insya Allah akhir tahun depan sudah bisa dimanfaatkan untuk ibadah. Kemudian 2023 berlanjut lagi extension untuk nyambung ke alun-alun, termasuk fasad-fasad sehingga terintegrasi dengan alun-alun," beber Bima.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Chusnul Rozaqi menyatakan, akan meminta kontraktor untuk memaksimalkan pengerjaan dengan menambah pekerja, waktu kerja dan menambah alat.
 
 
"Artinya, kalau sudah ditambah, ada satu grup pekerja di sisi belakang dan satu grup di sisi samping. Kami fokus dulu struktur atap, atap dan kolom spiral hingga akhir tahun ini. 2022 kami fungsionalkan sampai kepada lantai dan interiornya. Tahun 2023 dilanjutkan fasad dan extension-nya yang akan terintegrasi dengan alun-alun," pungkas Chusnul.***(Rizki Mauludi)

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X