Pembangunan RSUD Bogor Utara Diprediksi Molor, Pemkab Bogor Pun 'Tekor'

Wakil Bupati Iwan Setiawan menyebutkan Pemkab Bogor sedikitnya akan menganggarkan Rp30 miliar untuk kelanjutan pembangunan RSUD Bogor Utara.

Pembangunan RSUD Bogor Utara Diprediksi Molor, Pemkab Bogor Pun 'Tekor'
Anggota DPRD Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya meninjau pelaksanaan proyek pembangunan RSUD Bogor Utara. Wakil Bupati Iwan Setiawan Pemkab Bogor harus merogoh kocek sendiri tahun depan untuk menuntaskannya.
INILAHKORAN, Parung - Wakil Bupati Iwan Setiawan menyebutkan Pemkab Bogor sedikitnya akan menganggarkan Rp30 miliar untuk kelanjutan pembangunan RSUD Bogor Utara.
 
Hal itu dikatakan Iwan Setiawan setelah ada prediksi bahwa pembangunan RSUD Bogor Utara tersebut tidak akan selesai 100 persen hingga 24 Desember mendatang atau wanprestasi.
 
"Ada prediksi bahwa proyek pembangunan RSUD Bogor Utara yang dikerjakan PT Jaya Semanggi Enjineering dengan total pagu anggaran Rp112 miliar maksimal progresnya di angka 70 persen. Karena itu Dinas Kesehatan beberapa hari lalu memohon untuk diberikan anggaran Rp30 miliaruntuk kelanjutan pembangunannya," kata Wakil Bupati Bogor itu kepada wartawan, Minggu, 14 November 2021.
 
Politisi Partai Gerindra ini mengaku kecewa atas prediksi molornya proyek yang sumber anggarannya dari bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Barat tersebut. Baginya tidak ada alasan suatu proyek insfrastruktur molor.
 
 
"Harusnya sebelum ikut pelelangan jasa, calon penyedia jasa itu survey ke lokasi dan mengenai hujan, juga bukan bisa menjadi alasan suatu proyek molor atau meluncur hingga ke awal tahun. Saya tegaskan, untuk proyek yang didanai Bankeu dan program pemulihan ekonomi nasional (PEN), tidak ada addendum atau waktu tambahan pekerjaan," tegasnya.
 
Diwawancarai terpisah, Lulu Azhari selaku Ketua Forum perencanaan dan Percepatan Pembangunan Bogor juga menyayangkan. Harusnya sejak awal Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melakukan pengajuan efesiensi.
 
"Harusnya, sejak awal mau dilelang kalau situasi dan waktu tidak memungkinkan, Dinas Kesehatan melakukan pengajuan efesiensi ke Pemprov Jawa Barat hingga dana Rp112 miliar atau Rp93,6 milyar itu tidak ada yang sia-sia karena bisa dialihkan untuk pembangunan infrastruktur lainnya," katanya.
 
 
Saat ini, kerugian karena tidak maksimalnya serapan anggaran proyek pembangunan RSUD Bogor Utara atau wanprestasi itu, kata Ki Jalu, sapaan akrab mantan anggota DPRD Kabupaten Bogor ini, sekitar Rp27 hingga 30 miliar.
 
Ia menambahkan akibat dua kali berturut-turut, pembangunan insfrastruktur gedung rumah sakit tidak selesai tepat waktu akan menghasilkan citra negatif yang bisa merugikan Kabupaten Bogor.
 
"Tahun lalu proyek pembangunan yang didanai program PEN hanya terserap 28 persen dan kali ini giliran proyek pembanguan Gedung RSUD Bogor Utara yang tidak akan selesai 100 persen hingga tahun depan," katanya.
 
Kelanjutan proyek ini akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah (APBD) Kabupaten Bogor di Tahun 2022 mendatang. "Pengalaman atau citra negatif ini bisa mengurangi kepercayaan Pemprov Jawa Barat ke Pemkab Bogor hingga jumlah  Bankeu pun bisa berkurang dari sebelumnya," tambahnya.
 
 
Sebelumnya, Konsultan pengawas atau mechanical konstruksi proyek pembangunan RSUD Bogor Utara, PT Dian Rancang, yaitu Ridwan menerangkan walaupun tenaga kerja ditambah, waktu kerja ditambah dan lainnya, prediksi dirinya maksimal pekerjaan pembanguannrumah sakit tersebut di angka 65 persen.
 
"Kalaupun tenaga kerja ditambah, waktu kerja 24 jam dan langkah percepatan lainnya, progres pekerjaan pembangunan RSUD Bogor Utara inj saya memprediksi hanya sampai 65 persen," terang Ridwan. (reza zurifwan)
 
 


Editor : inilahkoran