• Senin, 24 Januari 2022

Muncul Klaster, PTMT SDN Sukadamai 2 Dihentikan 10 Hari

- Sabtu, 20 November 2021 | 23:59 WIB
Bima Arya meninjau pembelajaran tatap muka (Rizki Mauludi)
Bima Arya meninjau pembelajaran tatap muka (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor - Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SDN Sukadamai 2 yang berlokasi di Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor dihentikan selama 10 hari, setelah adanya temuan 24 kasus positif Covid-19 pada pelajar dan guru.

"Kami sesuai dengan aturan meminta agar PTM dihentikan selama 10 hari dan sudah dilakukan tracing kontak erat semua, saat ini berproses untuk kemudian dilakukan swab PCR," ungkap Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor, Bima Arya pada Sabtu (20/11/2021) malam.
 
Bima memaparkan, Satgas Covid-19 Kota Bogor, sejak awal PTMT melakukan screening secara rutin sebulan sekali. Di bulan pertama ditemukan lima kasus positif Covid-19, kemudian pada Rabu (17/11) lalu dilakukan screening 50 sampel swab PCR dengan jumlah 29 siswa dan 21 pendidik di SDN Sukadamai 2 oleh Puskesmas Mekarwangi dan diperiksa PCR di Labkesda. Hasilnya, ditemukan ada 24 orang terkonfirmasi positif Covid-19.
 
 
"Jadi hasilnya dari 24 yang positif Covid-19, rinciannya 14 siswa dan 10 guru, semuanya tanpa gejala dan diisolasi mandiri. Saya kira ini indikasi herd immunity sudah terbentuk, karena ini berbeda, mudah-mudahan bukan indikasi gelombang ketiga, mudah-mudahan ini indikasi herd immunity, jadi virusnya semakin melemah tapi tidak ada gejala," ungkapnya.
 
Bima menjelaskan, dirinya tetap meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan observasi selama 10 hari ke depan, termasuk tracing kontak erat. Ia juga menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) berkoordinasi dengan pihak sekolah memantau jika ada yang bergejala.
 
"Minggu depan dari pusat atau dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan melakukan screening di atas 1.000 orang," jelasnya.
 
 
Bima mengaku, atas penemuan kasus tersebut, pihaknya tetap siaga dan waspada. Untuk rumah sakit lapangan siap diaktivasi, kemudian tempat isolasi di Pusdiklatwas BPKP Ciawi juga siap dioperasikan dan semuanya sudah siaga.
 
"Saya langsung berkoordinasi dengan Kapolresta Bogor Kota dan sepakat akan kembali mengeluarkan kebijakan pengetatan mobilitas di awal bulan Desember nanti. Hal ini sesuai dengan himbauan Presiden, Joko Widodo agar menjelang akhir tahun harus waspada karena adanya mobilitas warga yang meningkat menjelang liburan natal dan tahun baru," bebernya.
 
"Pengetatannya kemungkinan pemberlakuan Ganjil Genap. PPKM Level 3 akan berlaku pada tanggal 24 Desember sesuai dengan instruksi pusat," tambahnya.
 
 
Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro meminta, agar 24 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 untuk tidak keluar rumah selama masa isolasi mandiri.
 
'Pastikan mereka tidak kemana-mana, RT dan RW setempat diminta untuk memonitor," pungkasnya.***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inne Calon Tunggal Muscab DPC IWAPI Kabupaten Bogor

Jumat, 21 Januari 2022 | 19:51 WIB
X