• Kamis, 9 Desember 2021

Ade Yasin Ajak Duduk Bareng PT Tjitajam, Bahas Nasib Ribuan Pensiunan TNI di Perum Green Citayam City

- Minggu, 21 November 2021 | 16:15 WIB
Perumahan Green Citayam City di Desa Ragajaya, Bojonggede yang jadi perhatian Bupati Bogor Ade Yasin. (Reza Zurifwan)
Perumahan Green Citayam City di Desa Ragajaya, Bojonggede yang jadi perhatian Bupati Bogor Ade Yasin. (Reza Zurifwan)
INILAHKORAN, Bojonggede- Bupati Bogor Ade Yasin mengajak PT Tjitajam duduk bersama untuk membahas nasib ribuan rumah yang dibeli Anggota TNI.
 
Ade Yasin rupanya menaruh perhatian besar terhadap sengketa kepemilikan perusahaan PT. Tjitajam.
 
Menurut Ade Yasin, sengketa tersebut bisa jadi merugikan banyak konsumen Perumahan Green Citayam City di Desa Ragajaya yang berada di  bawah naungan PT Tjitajam.
 
 
Ade Yasin memastikan, Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Bogor bakal mengadakan pertemuan khusus dengan para pihak yang bersengketa di PT Tjitajam.
 
 
"Perumahan Green Citayam City yang berada di lahan seluas 40 hektare itu saat ini ditempati sekitar 2.000an anggota maupun pensiunan TNI, kita ga mungkin mengusir mereka," ungkap Ade Yasin kepada InilahKoran, Minggu 21 November 2021.
 
Menurut Ade Yasin yang juga menjabat Ketua Tim GTRA Kabupaten Bogor, pembicaraan dengan PT Tjitajam sifatnya mendesak sebelum terjadi pergolakan.
 
 
"Mereka (pensiunan TNI) tidak bakal tinggal diam hingga kami akan mengajak pihak yang bersengketa untuk mengeluarkan lahan tersebut dari persengketaan, apalagi para pensiunan TNI tersebut memiliki bukti jual beli dan lain sebagainya," lanjut Ade Yasin.
 
Ade Yasin menegaskan, Pemkab Bogor memang berpihak kepada masyarakat yang ingin kepastian hukum.
 
"Masyarakat yang membeli rumah di Perumahan Green Citayam City tentunya tidak tau ada sengketa kepemilikan perusahaan ketika mau membeli rumahnya, kedepan, masyarakat atau konsumen untuk lebih berhati-hati hingga tidak menjadi korban," tambahnya.
 
 
Kabid Pertanahan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Eko Mujiarti menjelaskan akan mewujudkan keinginan Bupati Bogor Ade Yasin.
 
"Tim GTRA Kabupaten Bogor, akan meminta kebijakan Kementerian ATR/BPN dan pihak bersengketa, bahwa lahan yang disengketakan, sudah terbangun dan sudah terjual untuk tidak menjadi objek sengketa hingga konsumen tidak dirugikan akibat kasus sengketa kepemilikan perusahaan," jelas Eko.
 
Ia melanjutkan bahwa pihaknya masih akan menteliti kepemilikan lahan yang dimiliki oleh PT Tjitajam, pasalnya ada informasi bahwa lahan tersebut masuk ke dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
 
 
"Ada informasi lahan milik mereka masuk ke dalam kasus BLBI hingga dalam pengawasan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), hingga juga akan berkordinasi dengan DJKN Kementerian Keuangan," lanjutnya.***(Reza Zurifwan)
 
 

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X