• Kamis, 9 Desember 2021

Tusuk Paha Sopir Taksi Hingga Tewas, Tiga Orang Begal Sadis Diringkus Polisi

- Senin, 22 November 2021 | 19:01 WIB
Polresta Bogor Kota berhasil meringkus tiga orang begal sadis yang meresahkan warga Kota Bogor (Rizki Mauludi)
Polresta Bogor Kota berhasil meringkus tiga orang begal sadis yang meresahkan warga Kota Bogor (Rizki Mauludi)
INILAHKORAN, Bogor - Polresta Bogor Kota berhasil meringkus tiga orang begal sadis yang meresahkan warga Kota Bogor, dari tiga orang begal yang diringkus, salah satu pelaku masih dibawah umur.
 
 
Tiga orang begal sadis  tersebut sudah tiga kali melancarkan aksinya yaitu di Jalan Gunung Gede, Jalan Panduraya dan Jalan Bogor Baru, dalam aksinya begal ini selalu melukai korbannya hingga membuat satu orang sopir taksi tewas Yasin Zamahsari.
 
Sementara korban lainnya Almi (23) dan seorang remaja MRF (15) hanya mengalami luka bacok. Selain tiga orang ini, ternyata dalam kelompok mereka masih ada seorang yang masih buron, selain di Kota Bogor kelompok begal ini juga pernah melancarkan aksinya di Kota Depok.
 
 
Untuk identitas pelaku yang berhasil diringkus, Reynaldi alias Rey (22), FH (18) dan MR (17). Sementara pelaku AW masih DPO, diketahui AW ini yang melancarkan aksi di Jalan Gunung Gede bersa Rey hingga menewaskan Yasin Zamahsari.
 
"Jadi komitmen kami terhadap aksi-aksi kekerasan di Kota Bogor masih sama, akan ada penanganan yang lebih serius karena menimbulkan ketakutan dan kejahatan," ungkap Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro kepada awak media di Taman Corat Coret, Kecamatan Bogor Utara pada Senin (22/11/2021) sore.
 
Susatyo menuturkan, pada 6 November 2021 lalu, tersangka bernama Reynaldi atau dikenal dengan Rey dan satu orang lainnya yang masih buron menyerang seorang sopir taksi Blue Bird bernama Yasin dengan senjata tajam. Aksi itu melukai paha dan akhirnya Yasin meninggal dunia. Aksi sadis Rey itu dilakukan untuk mencuri ponsel genggam milik Yasin.
 
 
"Tersangka mengambil handphone milik korban dan tersangka berhasil ditangkap, Rey dan satu lagi DPO. Kemudian berselang 5 hari, tepatnya pada 11 November Rey kembali beraksi, kali ini bersama dua kawannya yakni Gacun dan Muhammad Haikal. Yang jadi korban adalah seorang anak dari pemilik kios bensin eceran, yang masih berusia 15 tahun," tuturnya.
 
Susatyo melanjutkan, akibat aksi tiga begal ini, korban mengalami luka sabetan senjata tajam di pinggangnya. Jadi, setelah didalami sasaran mereka random dan mengambil pada jam-jam dini hari yang tidak ada masyarakat yang beraktivitas.
 
"Untuk meringkus tiga orang begal ini, kami bekerja sama dengan Polda Metro Jaya. Hal ini dilakukan karena salah satu aksi kelompok ini dilakukan di Depok yang merupakan wilayah hukum Polda Metro Jaya," tegasnya.
 
 
Susatyo menekankan, atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun.
 
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan segera apa bila emang melihat kelomok kelompok bermotor yang mengganggu masyarakat," pungkasnya.
 
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhoni Erwanto membeberkan, Reynaldi Haekal alias Rey ditangkap personel Polresta Bogor Kota setelah membacok Yasin Zamahsari yang bekerja sopir taksi. Saat itu korban tengah menunggu penumpang di Jalan Gunung Gede, Kecamatan Bogor Utara. Yasin tewas dibacok menggunakan celurit saat mempertahankan ponselnya yang dijambret pelaku.
 
 
"Untuk kasus di Jalan Gunung Gede ini, pelaku ada dua. Satu orang lagi DPO. Korban meninggal karena luka bacok. Peristiwa tersebut terjadi saat korban menunggu penumpang di ujung Jalan Gunung Gede menuju Jalan Pajajaran, Sabtu (6/11/2021), sekitar pukul 04.00 WIB. Tiba-tiba, pelaku menghampiri dan merampas telepon genggam milik korban," tegasnya.
 
Dhoni menegaskan, modus pelaku itu bertanya arah jalan, kemudian ketika korban lengah, pelaku merampas handphone yang dipegang korban. Karena korban melakukan perlawanan, pelaku mengeluarkan celurit dan menyabet ke arah korban.
 
 
"Korban mengalami luka di paha kiri dan lutut. Korban meninggal ketika perjalanan ke rumah sakit karena kehabisan darah," pungkasnya.*** (Rizki Mauludi)
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X