• Sabtu, 27 November 2021

Erick Thohir Kembangkan Makmur di Bogor, Sehektar Lahan Bisa Hasilkan 8 Ton Padi

- Rabu, 24 November 2021 | 13:29 WIB
Melalui program Makmur dari Menteri BUMN Erick Thohir, sehektar lahan di Bogor kini bisa menghasilkan 8 ton padi sekali panen. (INILAH/Reza Zurifwan)
Melalui program Makmur dari Menteri BUMN Erick Thohir, sehektar lahan di Bogor kini bisa menghasilkan 8 ton padi sekali panen. (INILAH/Reza Zurifwan)
INILAHKORAN, Tanjungsari - Kabupaten Bogor terpilih menjadi pilot project program mari kita majukan usaha rakyat atau Makmur yang dicanangkan Menteri BUMN Erick Thohir.
 
Lahan pertanian padi seluas 50 hektare program Makmur dari Erick Thohir di Kecamatan Tanjungsari, Cariu dan Jonggol diberikan pendampingan oleh PT Pupuk Indonesia Pangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, BNI, Pegadaian Syariah, PT. Bumi Mulia Nusantara, Jaskrindo dan lainnya hingga produksi padi para petani lebih banyak hingga 40 persen dari jumlah sebelumnya persekali panen.
 
"Alhamdulillah kita terpilih menjadi pilot project program Makmur Kementerian BUMN, semoga dengan bertambahnya hasil panen, maka pendapatan petani pun ikut meningkat," kata Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Rabu 24 November 2021, tentang program Erick Thohir itu.
 
Ia menambahkan, jika tahun ini luas lahan pertanian padi yang mendapatkan pendampingan seluas 50 hektare, maka rencananya di Tahun 2022 luas lahan yang mendapatkan pendampingan bertambah hingga 250 hektare.
 
 
"Tahun depan, luas lahan pertanian padi yang mendapatkan pendampingan bertambah hingga 250 hektare. Saya mengharapkan, kedepan masyarakat membeli beras dari petani Kabupaten Bogor," tambahnya.
 
Jika Kementerian BUMN dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, melakukan pendampingam kepada paea petani padi. Ade menuturkan Pemkab Bogor juga menjamin ketersediaan air untuk kebutuhan para petani.
 
"Kami sudah menginventarisir kebutuhan irigasi pengairan lalu bakal ada pembangunan waduk dan saluran irigasi, hingga tidak ada petani yang frustasi baik karena ketiadaan air untuk mengairi sawahnya," tutur Ade.
 
 
Kepala Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor Siti Nuriyanti menjelaskan panen padi perhektare bisa meningkat dari 5 ton menjadi 8 ton perhektare persekali panen karena bibit padinya hasil seleksi,  pupuknya berimbang, hamanya terkendali hingga mendapatkan pendampingan penyuluh dan pakar pertanian.
 
"Selain bibit padinya hasil seleksi,  pupuknya berimbang, hamanya terkendali hingga mendapatkan pendampingan penyuluh dan pakar pertanian, para petani juga diberikan bantuan peralatan pertanian dan dimudahkan dalam mengakses kredit usaha rakyat (KUR)," jelas Nuriyanti.
 
Direktur Keuangan PT. Pupuk Indonesia Pangan Sefin Matawijaya memaparkan pihaknya siap mendukung Kementerian BUMN dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, bahwa negara hadir dalam pengembangan pertanian.
 
 
"Tak hanya melakukan pendampingan agro input dan agro nomis bersama stoke holder lainnya, kami juga akan menyiapkan atau mencarikan pembeli hasil pertaniannya para petani baik di Kabupaten Bogor maupun daerah lainnya,"  papar Sefin. (Reza Zurifwan)

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Duh...13 Kios IPB Dramaga Hangus Dilalap Api

Senin, 22 November 2021 | 10:50 WIB
X