Apindo Kabupaten Bogor Tolak Rekomendasi Ade Yasin Terkait UMK

Surat Bupati Bogor Ade Yasin yang ditujukan ke Pemprov Jabar mendapatkan penolakan dari Apindo Kabupaten Bogor.

Apindo Kabupaten Bogor Tolak Rekomendasi Ade Yasin Terkait UMK
Ketua Apindo Kabupaten Bogor Alexander Frans meminta surat Bupati Bogor Ade Yasin terkait UMK 2022 dicabut.

INILAHKORAN, Bogor - Surat Bupati Bogor Ade Yasin yang ditujukan ke Pemprov Jabar mendapatkan penolakan dari Apindo Kabupaten Bogor.

Bahkan, Ketua Apindo Kabupaten Bogor Alexander Frans mengatakan jika Ade Yasin tidak mencabut surat tersebut maka orang nomor satu di Kabupaten Bogor bisa dicopot jabatannya.

"Surat yang ditujukan ke Pemprov Jabar itu ngawur. Sebab, sesuai PP Nomor 36/2021 tentang pengupahan, usulan UMK (upah minimum kabupaten) itu harusnya berdasarkan Dewan Pengupahan dan bukannya rekomendasi aspirasi. Dengan berat hati, maka Apindo melakukan perlawanan," kata Alexander Frans, Minggu 28 November 2021.

Baca Juga: UMK Kota Bandung 2022 Rp3,7 Juta Disepakati Buruh dan Pengusaha

Dia menambahkan, berdasarkan PP Nomor 36/2021 itu rekomendasi pengupahan adalah kebijakan strategis nasional. Dam UU Momor 23/2014 mewajibkan kepala daerah untuk menaatinya.

"Kalau dilanggar, itu bakal diberi peringatan 1, dan kalau masih membandel peringatan 2 hingga 3, lalu terakhir, kepala daerah yang melanggar aturan diatas bisa dicopot oleh Menteri Dalam Negeri. Saya sarankan, agar surat bernomor 561/1355-Disnaker pada 25 November 2021 segera dicabut," tambahnya.

Alexander menuturkan, hasil rekomendasi Dewan Pengupahan bahwa UMK Bogor saat ini sudah jauh lebih tinggi dari batas atas tahun 2022.

Baca Juga: Soal UMK 2020 di Jabar, Ini Kata Ridwan Kamil

"Hasil usulan Apindo dan Disnaker itu kan Rp4.217.206, sementara Bupati Bogor Ade Yasin mengusulkan kenaikan UMK sebesar 7,2 persen. Hingga usulan besar UMK 2022 itu sebesar Rp4.520.844. Kita sudah mengingatkan Kepala Disnaker Kabupaten Bogor, tetapi ternyata tidak dihiraukan hingga Apindo pun bereaksi karena ini melanggar aturan," tutur Alexander.

Ditemui terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan kenaikan UMK sebesar 7,2 persen ini karena mendengar aspirasi serikat pekerja yang mengusulankan kenaikan UMK sebesar Rp4.520.844 itu beralasan karena naiknya kebutuhan hidup para buruh. (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran