Karena Ini, Petani Coklat Menggugat Sentul City

Petani coklat di Kabupaten Bogor bakal menggugat PT Sentul City lantaran rumah dan lahan kebun coklas seluas 9 hektare digusur.

Karena Ini, Petani Coklat Menggugat Sentul City
Rumah dan Kebun Coklat Digusur Sepihak dan Tanpa Ganti Rugi, Petani Coklat Menggugat Sentul City
 
 
INILAHKORAN- Petani coklat di Kabupaten Bogor bakal menggugat PT Sentul City lantaran rumah dan lahan kebun coklas seluas 9 hektare digusur.
 
Rio Ricky Damanik dan kuasa hukumnya Ronald Tampenawas melakukan gugatan kepada PT. Sentul City karena dianggap melakukan perbuatan melawan hukum, pihak kuasa hukum mengenakan pasal 1365 kitab undang-undang hukum perdata (KUHPerdata)
 
"Penggusuran harusnya atau sepatutnya harus berdasarkan keputusan atau ketetapan pengadila  tanpa diberikan ganti rugi, padahal Rio Ricky Damanik bukan penduduk ilegal karena lahan tersebut telah dibeli hak garapnya oleh ayahnya Tahun 1984 lalu dengan bukti akte jual beli, letter c dan lainnya. Oleh karena itu kami melakukan gugatan dan mengancam PT. Sentul City Tbk dengan pasal 1365 dan menuntut ganti rugi lebih dari Rp 3 miliar," kata Ronald kepada wartawan, Rabu, (01/12/2021).
 
 
Sopirmas yang juga kuasa hukum Rio Ricky Damanik menyesalkan pihak prinsipal PT. Sentul City Tbk, tidak hadir dalam proses mediasi yang diprakarsai oleh Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor maupun Pegawai Negeri Kelas I A Cibinong.
 
"Sudah 4 kali upaya mediasi, tetapi prinsipal PT. Sentul City Tbk sebagai pihak tergugat tidak pernah hadir, padahal sesuai peraturan Mahkamah Agung nomor 1 Tahun 2016, sepatutnya mereka hadir hingga kami sebagai peggugat terus terang sangat kecewa karena kurangnya itikad baik mereka," tambah Sopirmas.
 
Rio Rocky Damanik menuturkan bahwasannya, pada 22 Juli kemarin, pihaknya tiba-tiba mendapatkan surat somasi harus membersihkan rumah dan lahan kebun coklatnya karena dianggap lahan yang ia tempati sejak Tahun 1984 lalu adalah milik PT. Sentul City Tbk berdasarkan sertifikat hak guna bangunan (SHGB).
 
 
"Bagaimana saya mau bersihkan rumah dan lahan kebon coklat saya yang luasnya 9 hektare, kalau cuma 3 hari? Saya pun menyangsikan keabsahan SHGB milik PT. Sentul City Tbk yang ia klaim terbit pada Tahun 1994 lalu, karena berdasarkan sengketa lahan kami pada Tahun 1994 melawam PT. Fajar Marga Permai, kamilah pihak yang dimenangkan PTUN Bandung hingga SHGB milik perusahaan tersebut dibatalkan (PT Fajar Marga Permai yang diaku sebagai anak perusahaan PT. Sentul City Tbk)," tutur Rio.
 
Ia melanjutkan kepatutan penggusuran yang dilakukan sepihak oleh PT. Sentul City Tbk juga kurang karena saat itu terjadi level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ada di level 4, hingga pihaknya kesulitan datang ke Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor karena sesuai protokol kesehatan (Prokes) ia harus memiliki surat perjalanan dari kantornya.
 
 
"Selain penggusuran sepihak dilakukan saat PPKM level 4, pihak PT. Sentul City Tbk saat itu juga secara sepihak berani mencatut nama Mayjend TNI (Purn) Syamsu Djalal, sebagai kuasa hukum mereka dan papan plang itu ada di lahan saya. Setelah saya temui, ternyata papan plang itu tidak patut hingga diperintahkan untuk dicabut oleh mantan Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) tersebut," lanjutnya.*** (Reza Zurifwan)
 
 


Editor : inilahkoran