Uber Dua Bos PT BFI yang DPO, Polres Bogor Libatkan Interpol, Diduga Mereka WNA China

Selain menangkap dua karyawan PT Bright Finance Indonesia (BFI), Polres Bogor juga menjadikan bosnya sebagai DPO akibat pinjol online.

Uber Dua Bos PT BFI yang DPO, Polres Bogor Libatkan Interpol, Diduga Mereka WNA China
Kapolres Bogor AKBP Harun mengumumkan penangkapan dua karyawan PT BFI dalam kasus pinjol ilegal. Polisi juga menguber dua bos PT BFI yang diduga merupakan WNA China.

INILAHKORAN, Bogor – Selain menangkap dua karyawan PT Bright Finance Indonesia (BFI), petugas Polres Bogor juga menjadikan bosnya sebagai DPO akibat pinjol online.

Tiga orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) oleh Satreskrim Polres Bogor itu terdiri dari dua orang bosnya dan seorang HRD PT BFI. Polisi hanya menyebut inisial ketiganya.

Mereka terdiri dari Mr L, Mr M, dan FS. Dua nama pertama diduga sebagai bos PT BFI, sementara FS kemungkinan sebagai HRD perusahaan tersebut.

“Mr L, Mr M dan FS sudah kami tetapkan sebagai DPO. Dalam pengejaran tiga orang tersangka itu kemungkinan kami juga akan melibatkan Interpol karena Mr L dan Mr M diduga warga negara asing (WNA) asal China,” tutur Harun.

Baca Juga: Dua Karyawan PT BFI Ditangkap Terkait Pinjol Ilegal, Ini Mereka dan Motivasinya

Sebelumnya diberitakan Polres Bogor menangkap dua karyawan PT BFI atas dugaan praktik pinjaman online alias pinjol ilegal.

Kedua orang itu terdiri dari SS (21) dan SW (23). Mereka ditangkap di dua lokasi yang berbeda, yakni Kota Depok dan Batam.

Kapolres Bogor, AKBP Harun menyatakan selain bekerja di PT BFI, keduanya juga tercatat sebagai mahasiswa. Hanya, dia tak menyebutkan di kampus mana keduanya terdaftar sebagai mahasiswa.

Baca Juga: Dua Karyawan PT BFI Ditangkap Polisi Bogor Terkait Pinjol Ilegal, Dua Bosnya Jadi DPO

Dalam praktiknya, keduanya berperan sebagai penagih utang alias debt collector. Dalam aksinya, mereka kerap melakukan aksi kekerasan psikologis dengan menakut-nakuti peminjam.

“Alasan para tersangka melakukan ancaman kekerasan kepada pelapor karena selain mendapatkan gaji Rp3-5 juta perbulan, mereka juga mendapatkan bonus dari hasil pemagihan hutang para debitur,” katanya.

“Akibat perbuatannya, tersangka SS dan SW yang merupakan mahasiswa terancam hukuman penjara selama 6 tahun,” tambahnya.

Selain itu, mereka yang bertugas sebagai penagih utang yang  melakukan tindakan pemerasan dan menakut-nakuti pelapor juga akan dikenakan pasal Undang-undang (UU) nomor 19 Tahun 2016 tentang informasi transaksi elektronik (ITE).

Baca Juga: Ngeri....Bos Pinjol Warga Negara China Dibidik Belasan Pasal

“Akibat ancaman kekerasan melalui sosial media kepada pelapor dan praktek Pinjol ilegalnya, Sat Reskrin Polres Bogor akhirnya mengamankan atau menangkap tersangka SS dan SW di Depok, Provinsi Jawa Barat dan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau,” ucap Harun. (reza zurifwan)


Editor : inilahkoran