Bima Arya Minta Warga Kurangi Mobilitas Saat Libur Nataru dan ASN Dilarang Mudik

Wali Kota Bogor Bima Arya meminta masyarakat agar mengurangi mobilitasnya saat libur Natal dan tahun baru (Nataru).

Bima Arya Minta Warga Kurangi Mobilitas Saat Libur Nataru dan ASN Dilarang Mudik
Bima Arya memimpin apel siaga PAM libur tahun baru di Jalan Sudirman, depan kantor Denpom III/1 Bogor, Rabu 29 Desember 2021.

 

 

INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya meminta masyarakat agar mengurangi mobilitasnya saat libur Natal dan tahun baru (Nataru).

Hal itu diungkapkan Wali Kota Bogor Bima Arya usai memimpin apel siaga PAM libur tahun baru di Jalan Sudirman, depan kantor Denpom III/1 Bogor, Rabu 29 Desember 2021.

Selain mengurangi mobilitas warganya saat perayaan malam tahun baru atau saat libur Nataru, Bima Arya juga melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang untuk berpergian keluar kota.

Baca Juga: Tagih Janji Bima Arya, Atty Sebut Pembangunan Kota Bogor Tidak Merata

"Ini mengantisipasi fase-fase yang sangat penting, karena kami mengantisipasi lonjakan seperti bulan Juli 2021 lalu. Kan ada varian baru, dan ada mobilitas warga. Jadi kami mengimbau warga Kota Bogor untuk tidak merayakan tahun baru, sebaiknya di rumah, di tempat ibadah lebih baik. Tidak berkeliling-keliling dan pastinya berkerumun," katanya.

Bima melanjutkan, untuk tempat makan dan lainnya kapasitas dibatasi tidak lebih dari 50 orang, jam operasional saat malam tahun baru ditetapkan sampai pukul 24.00 WIB.

"Tidak boleh adanya pesta, kembang api dan petasan. Kami Forkopimda akan terus berputar atau berkeliling mengingatkan warga dimulai hari ini sampai akhir tahun nanti," terangnya.

Baca Juga: Bima Arya Bidik Kampung Perca Jadi Destinasi Wisata Baru Kota Bogor

"Seluruh unsur ini disiagakan semua, saya minta ASN tidak ada yang keluar kota, Kepala Dinas (Kadis), camat, lurah semua bertugas piket gantian, apalagi camat dan lurah. Keramaian tidak hanya di pusat kota, tapi semua wilayah. Karena itu diawasi Nobar berkumpul, keramaian semua ditertibkan," tambahnya.

Untuk itu, Bima menegaskan, Satpol PP akan berkeliling juga, memastikan tidak da kerumunan.

"Kalau suasana normal natural di cafe ya tidak apa-apa, kalau beramai-ramai ratusan pasti kami tertibkan," tegasnya.

Baca Juga: Begini Cara Bima Arya Merayu Anak Jalanan Agar Mau Mengikuti Vaksinasi

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro mengatakan, ada 30 titik di Kota Bogor yang akan menjadi prioritas pengawasan petugas, untuk mengurangi kepadatan dan kerumunan. Pihaknya akan memberlakukan rekayasa lalu linta dengan menutup ruas jalan protokol Pajajaran dan Sistem Satu Arah (SSA).

"Ini kami lakukan pada pukul 22.00 WIB. Untuk mengurangi kepadatan dikawasan tersebut, ada 12 titik yang kami siagakan apabila ada kerumunan diluar pusat kota. Sehingga kami berharap pada malam pergantian tahun tidak menjadi faktor penyebaran varian baru dan sebagainya," jelasnya.

Susatyo menegaskan, dirinya meminta masyarakat untuk menahan diri, tidak merayakan tahun baru dan bermobilitas berlebihan.

"Saya minta masyarakat tidak berpergian atau keluar rumah, sampai pukul 22.00 WIB. Bagi para pengusaha pukul 22.00 WIB itu bubar, bukan baru mau tutup. Kami ingatkan bahwa satgas Penagakan Hukum (Gakum) dan Kajari akan berpatroli, kalau ada yang membandel buka kami pastikan akan ada sanksi yang diberikan bagi para pengusaha yang melanggar aturan PPKM," pungkasnya. *** (Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran