• Sabtu, 25 Juni 2022

Kota Bogor Berlakukan Lagi Rekayasa Lalu Lintas, Ini Tujuannya

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:38 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya (istimewa)
Wali Kota Bogor Bima Arya (istimewa)
 
INILAHKORAN, Bogor- Mulai akhir pekan ini Satgas Covid-19 Kota Bogor kembali menerapkan rekayasa lalu lintas di titik-titik yang kerap terjadi kepadatan, langkah ini diambil untuk mengurangi mobilitas warga dan atas pertimbangan penambahan kasus Covid-19 varian omicron di DKI Jakarta. Selain itu diambil langkah penerapan kembali Ganjil Genap (Gage).
 
Diketahui, sejumlah pola disiapkan petugas di lapangan dan akan diterapkan secara situasional di lapangan. Mulai dari ganjil genap, crowd free road hingga pengalihan arus. 
 
Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, sejauh ini kasus Covid-19 di kota hujan memang masih landai. Tercatat hanya ada sembilan pasien yang masih dirawat. Tapi tetap harus waspada, tinggal tunggu waktu pertambahan ini akan naik lagi karena Omicron di Jakarta sudah naik. 
 
 
"Karena itu kami Satgas di Kota Bogor semaksimal mungkin berikhtiar untuk menahan laju itu," ungkap Bima Arya dalam keterangan tertulis pada Sabtu (15/1/2022).
 
Bima menambahkan, kebijakan ini diharapkan menjadi pesan yang kuat kepada warga Kota Bogor maupun warga lain yang hendak mengunjungi Kota Bogor untuk tetap waspada karena Covid-19 belum usai. 
 
"Pak Kapolres dan jajaran akan melakukan langkah-langkah untuk mencegah terjadinya penularan melalui rekayasa lalu lintas dan sebagainya. Jadi, ganjil genap ini bukan fokus untuk mengurangi kemacetan tapi untuk mengurangi mobilitas warga dan mengantisipasi omicron," terang Bima.
 
 
Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro mengatakan, kebijakan ini merupakan gerakan disiplin menahan diri sehingga masyarakat masih diperbolehkan beraktivitas namun dengan pembatasan mobilitas. 
 
"Artinya kami tetap memperhatikan dimensi ekonomi bagi masyarakat Kota Bogor," tegasnya.
 
Susatyo menjelaskan, petugas akan menerapkan kombinasi antara Gage atau pun bebas kerumunan. Jadi dua metode akan dilaksanakan karena evaluasi selama dua minggu terakhir itu cukup banyak kendaraan-kendaraan.
 
 
"Ya, kami lihat cukup padat di sentra-sentra di Kota Bogor. Sehingga minggu ini perlu kami melakukan dan mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa kita tidak sedang baik-baik saja, kita harus bersama-sama kembali menguatkan prokes, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas," tegas Kapolresta.
 
Susatyo mengatakan, ada enam titik check point yang disiapkan, seperti Bundaran Air Mancur, RM Bumi Aki Pajajaran, Simpang Baranangsiang, Simpang Irama Nusantara atau Jembatan Merah, SPBU Veteran dan Simpang Batutulis. Namun pola penempatan titiknya akan disesuaikan dengan dinamika di lapangan, termasuk soal jamnya. 
 
"Kami lihat nanti perkembangannya, kalau kemarin kami lihat kepadatan di jam 11 siang, jam 1 siang. Kami harus antisipasi. Termasuk ruas tol, pintu tol dan sebagainya kita akan evaluasi mana yang perlu kita kurangi mobilitasnya. Ingat tidak membatasi total, bukan penyekatan tetapi ini adalah penerapan untuk menyeleksi, selektif ganjil genap. Ini sudah ada aturannya sesuai level Kota Bogor saat ini, level 2,"  pungkasnya.*** (Rizki Mauludi)

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X