Gage Diterapkan, Ribuan Kendaraan Diputar Balik

Kota Bogor menerapkan Ganjil Genap (Gage) dimulai Sabtu (15/1/2022) pukul 09.00 WIB. Seribu lebih kendaraan diputar balik arah

Gage Diterapkan, Ribuan Kendaraan Diputar Balik
Kota Bogor menerapkan Ganjil Genap (Gage) dimulai Sabtu (15/1/2022) pukul 09.00 WIB
INILAHKORAN, Bogor - Kota Bogor menerapkan Ganjil Genap (Gage) dimulai Sabtu (15/1/2022) pukul 09.00 WIB. Alhasil dari data petugas hingga sekitar pukul 11.00 WIB ada 2.032 kendaraan roda dua dan 1.439 kendaraan roda empat diputar balik arah.
 
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, mengatakan berdasarkan evaluasi yang dilakukan Polresta Bogor Kota sejak awal Januari, selama dua pekan terakhir terjadi kepadatan dan kerumunan yang berlebihan pada pusat kota. 
 
"Hari ini kami memutuskan untuk kembali memberlakukan Gage untuk mengurai kerumunan di pusat kota pada akhir pekan ini. Khususnya menuju tempat wisata Kebun Raya Bogor (KRB) dimana Kota Bogor sebagai penyangga ibu kota harus mengantisipasi betul terkait perkembangan virus Omicron di ibukota," ungkap Susatyo kepada wartawan di pos Polisi Baranangsiang.
 
 
Susatyo menjelaskan, ada enam titik penerapan Gage di setiap kecamatan di Kota Bogor, yaitu di Air Mancur, Jalan Pajajaran tepatnya di depan RM Bumi Aki, Simpang Baranangsiang, Simpang Jembatan Merah, SPBU Veteran, dan Simpang Batutulis.
 
"Gage ini akan dilakukan secara situasional berdasarkan situasi yang dipantau di setiap titiknya. Kepadatan di setiap ruas jalur dan jalan utama akan dihitung. Apabila kepadatan dan kerumunan mulai berkurang, maka Polresta Bogor Kota akan mengurangi intensitas dari Gage," jelasnya.
 
"Sekali lagi ini adalah gerakan disiplin menahan diri satu hari saja. Kami berharap ini bisa mengurangi dan juga mendisiplinkan protokol kesehatan terkait dengan mengurangi mobilitas masyarakat menuju tempat tempat wisata di Kota Bogor," tambah Susatyo.
 
 
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menegaskan, Gage ini dilakukan bukan untuk mengurangi kemacetan dipusat Kota Bogor, tetapi untuk mengurangi mobilitas masyarakat dan mengurai kerumunan diakhir pekan.
 
"Ya, dengan kemacetan, tidak ada hubunganya. Gage bukan untuk kemacetan, tapi untuk mengurangi mobilitas warga," singkatnya.***
 


Editor : inilahkoran