• Senin, 23 Mei 2022

Waspada Kedatangan Jamaah Umroh Kota Bogor, Kemenag: yang Bandel PPIU Dicabut

- Rabu, 19 Januari 2022 | 10:07 WIB
Umat Islam melakukan Tawaf keliling Kakbah sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah Umroh di Masjidil Haram, Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi, Jumat (3/5/2019) (antarafoto)
Umat Islam melakukan Tawaf keliling Kakbah sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah Umroh di Masjidil Haram, Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi, Jumat (3/5/2019) (antarafoto)
 
INILAHKORAN, Bogor - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor, Ramlan Rustandi menegaskan, saat ini belum ada jamaah umroh dari Kota Bogor yang diberangkatkan, karena masih dalam tahap persiapan dan penyelesaian.
 
Selain itu Kantor Kemenag Kota Bogor juga siap mengantisipasi kedatangan jamaah umroh sesuai instruksi dari Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.
 
"Begini, saat ini belum ada jamaah umroh dari Kota Bogor yang diberangkatkan, masih dalam tahap persiapan penyelesaian. Pertama tahapan cek kesehatan dan kedua karantina. Untuk dokumen sudah," ungkap Ramlan kepada INILAH pada Selasa (18/1/2022).
 
 
Ramlan melanjutkan, saat ini pihaknya fokus pada dua hal, untuk pertama vaksinasi jamaah dan yang kedua alur karantina. Kedua hal ini wajib dilakukan sebelum berangkat ke tanah suci.
 
"Saat ini untuk central karantina di Pondok Gede, satu pintu. Kemudian setelah karantina di Pondok Gede, nanti setibanya di tanah suci, karantina di pondok an masing-masing," terangnya.
 
Ramlan juga menyatakan, saat tiba di tanah air, jamaah boleh pulang setelah selesai karantina di Pondok Gede dengan catatan dinyatakan sehat.
 
 
"Kami bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor berkoordinasi apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau ada jamaah bandel, kami akan lakukan pembekuan izin operasional atau Perizinan Penyelenggaraan Perjalanaan Ibadah Umrah (PPIU) kepada penyelenggara. Jadi kami juga sudah siapkan antisipasi kedatangan nanti," jelasnya.
 
Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menegaskan, pihaknya akan mengawasi secara ketat arus dari luar negeri, lalu dikordinasikan jamaah umroh dari Bogor dengan Kantor Kemenag Kota Bogor. Dirinya sudah memerintahkan Asisten Pemerintahan (Aspem) Kota Bogor melalui camat untuk memonitor warga dari luar negri, mau dari negara manapun RT sampai lurah harus siaga. Warga harus diawasi untuk antisipasi varian omnicron.
 
"Ya, kita tinggal tunggu waktu bahwa di Kota Bogor ada kasusnya omnicron, varian delta saja kami tidak bisa menghindari. Kami gencarkan 3T, jadi penelusuran ini penting. Kalau ada gejala sedikit di warga, patut dicurigai itu omnicron, RSUD dan Puskesmas sudah disiagakan," pungkasnya. (Rizki Mauludi)***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X