• Senin, 23 Mei 2022

Satgas Covid-19 Kota Bogor Bersiap Antisipasi Omicron, Ini Persiapannya

- Rabu, 19 Januari 2022 | 13:31 WIB
 Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor memimpin apel sinergitas mengabdi Kota Bogor yang digelar Satgas Covid-19 di enam kecamatan SeKota Bogor pada Senin (19/1/2022) (Rizki Mauludi)
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor memimpin apel sinergitas mengabdi Kota Bogor yang digelar Satgas Covid-19 di enam kecamatan SeKota Bogor pada Senin (19/1/2022) (Rizki Mauludi)
 
INILAHKORAN, Bogor - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor memimpin apel sinergitas mengabdi Kota Bogor yang digelar Satgas Covid-19 di enam kecamatan SeKota Bogor pada Senin (19/1/2022) pagi.
 
Apel tersebut untuk mengantisipasi lonjakan omnicron karena akan dilakukan. 
 
Apel dimulai pukul 08.15 WIB ini diantaranya digelar di Tanah Sareal Halaman Parkir MARCOPOLO Perumahan Bukit Cimanggu City , Kelurahan Cibadak dengan pimpinan apel Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf Robby Bulan.
 
 
Bogor Tengah halaman Parkir Plaza Jalan Dewi Sartika , Kelurahan Pabaton dengan pimpinan apel Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro. Bogor Utara digelar di halaman Masjid Al Muttaqin, jalan Ahmad Adnawijaya , Kelurahan Tegal Gundil dengan pimpinan apel Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto.
 
Wilayah Bogor Timur digelar di Area Parkir Pasar Sukasari, Kelurahan Sukasari dengan apel dipimpin oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.
 
Kemudian wilayah Bogor Barat, digelar di Lapangan Pendopo Perumahan Bumi Menteng Asri, Kelurahan Menteng dan apel dipimpin oleh Danrem 061/Suryakencana Brigjen TNI Achmad Fauzi. Terkahir apel di Kecamatan Bogor Selatan digelar di halaman Epicentrum Bogor Nirwana Residence (BNR), Kelurahan Pamoyanan dipimpin oleh Dandempon III/1 Bogor Letkol CPM Anggun Hendryantoro.
 
 
"Sejak ada indikasi lonjakan omnicron, sudah disiapkan semua rumah sakit sudah siap dikonversi tempat tidurnya. Pusat isolasi BKPP dan IPB Dramaga sudah stand by. Begitu juga RS Lapangan sudah disiapkan, koordinasi sudah siap," ungkap Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto kepada INILAH usai apel di Pasar Sukasari.
 
Bima melanjutkan, pihaknya juga sudah lakukan tes rutin, cek screening tapi belum juga ada lonjakan. Untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) apakah ada larangan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melarang pimpinan daerah ke luar negeri, kalau luar daerah boleh.
 
"Kalau ASN saya imbau, kalau tidak ada hal penting, tidak keluar kota dahulu. Kecuali ada hal penting, koordinasi, berobat atau keperluan yang mendesak. Ya, karena kita itu siaga seperti menghadapi varian delta. Kami sudah punya sistem, sehingga apel bukan formalitas tapi memastikan mesin tetap berjalan," terangnya.
 
 
Bima memaparkan, Kota Bogor angka Covid-19 melandai tapi kemarin dua penambahan kasus, biasanya nol-nol. Sehingga apabila merangkak naik penambahan perhari menjadi 3, 5 kasus bahkan apalagi 10 lebih akan ada langkah cepat.
 
"Jadi aama seperti tahun lalu, kita sendiri harus siap siaga dan waspada kita pastikan kerumunan internal. Untuk masker dan 3T tetap, mekanisme koordinasi sudah rapih sekali kita pastikan tetap berjalan. Camat berkoordinasi dengan puskesmas semua, kalau ada gejala peningkatan atau ada klaster harus bergerak cepat," paparnya.
 
Bima menjelaskan, Kota Bogor menjelang peringatan Cap Go Meh (CGM) diawal Februari, pihaknya  komunikasikan dengan semua supaya tidak menimbulkan kasus lonjakan, komunikasi lurah dengan RW siaga.
 
 
"Diatas kertas kita menunggu waktu, walaupun tidak terjadi adanya omnicron di Kota Bogor, berarti apa yang diharapkan terjadi yaitu herd immunity. Disamping itu kita tepuk tangan, karena koordinasi pelaksanaan vaksinasi sehingga dipuji oleh semua. Terimakasih TNI dan Polri yang telah membantu," jelasnya.
 
Bima juga mengatakan, kenapa diluar negeri kasus penambahan Covid-19 terbaru meledak luar biasa, ada dua hal di Indonesia. Yang pertama momentum pas, Indonesia dihantam delta dan digenjot vaksin ada kekebalan alamiah delta dengan vaksin.
 
"Saya yang pertama kena di Kota Bogor, sehingga imunitas kita sekarang diatas rata-rata. Itu faktor momentum. Faktor kedua ada tiga pilar kita, dinegara lain tidak ada. Modal kita dari atas hingga Forkopimda sampai tingkat RW siaga," pungkasnya.***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X