• Minggu, 22 Mei 2022

Diiming-imingi Uang Rp 3.000, Buruh Harian di Tenjolaya Cabuli 5 Anak Perempuan

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 12:22 WIB
Buruh harian lepas berinisal ES (54) mencabuli anak-anak perempuan yang datang belajar mengaji ke istri tersangka di wilayah Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor (Reza Zurifwan)
Buruh harian lepas berinisal ES (54) mencabuli anak-anak perempuan yang datang belajar mengaji ke istri tersangka di wilayah Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor (Reza Zurifwan)
 
INILAHKORAN, Tenjolaya-Buruh harian lepas berinisal ES (54) mencabuli anak-anak perempuan yang datang belajar mengaji ke istri tersangka di wilayah Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor, Rabu (19/01/2021) kemarin.
 
Pelaku atau tersangka melancarkan aksinya kepada korban sebanyak 5 anak perempuan  berusia 7 hingga 9 tahun, dengan waktu yang berbeda dan pada saat tidak ada orang lain dirumah tersangka.
 
Kasat Reskrim AKP Siswo De Cuellar Tarigan mengatakan bahwa tersangka memanfaatkan situasi ketika anak-anak selesai mengaji dan  mengiming-imingi korban dengan uang sebesar Rp 3.000.
 
 
Alasan tersangka melakukan pencabulan kepada anak-anak dibawah umur karena istrinya terlihat lelah ketika diminta melayani suami.
 
“Ketika itu awalnya korban  selesai mengaji sedang bersih-bersih ruangan kemudian  dihampiri oleh tersangka ES kepada seorang anak sebut saja mawar (bukan nama sebenarnya) dan memberi uang Rp. 3000. Modusnya, ia mengatakan kepada korban pencabulan, mau pinter gak? Kalau mau keluarin lidahnya’ dikarenakan takut akhirnya korban  menuruti apa yang diminta oleh tersangka ES," kata AKP Siswo kepada wartawan, Sabtu, (22/01/2022).
 
Setelah korban pencabulan pulang mengaji lalu meceritakan kepada ibunya,  bahwa tersangka ES telah melakukan perbuatan cabul.
 
 
Mengetahui hal tersebut ibu korban bernama Mawar  menanyakan kepada orang tua yang lainnya yang ikut mengaji dirumah ES, ternyata ada 4 orang korban lainnya.
 
Atas kejadian tersebut orang tua korban melaporkan ke Ketua RT dan tokoh masyarakat sekitar selanjutnya, tersangka ES diamankan dirumah seorang Kepala Desa (Kades) dan dibawa oleh Polsek Ciampea.
 
Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat Pasal 82 No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun.
 
 
“Pihak Kepolisian saat menangkap tersangka juga berhasil mengamankan barang bukti baju korban dan selanjutnya dilakukan penyelidikan lebih lanjut," tukas mantan Kasat Reskrim Polres Majalengka tersebut. (Reza Zurifwan)***
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X