• Jumat, 27 Mei 2022

Terungkap, Ade Emon Mengaku Disiksa Hingga Diancam Dibunuh Oleh Oknum Polisi

- Senin, 24 Januari 2022 | 19:10 WIB
Terungkap fakta terdakwa kasus dugaan perusakan Kantor Desa Bojong Koneng Ade Emon mengaku disiksa hingga diancam ditembak, dibunuh dan dibuang ke laut oleh oknum polisi. (Reza Zurifwan)
Terungkap fakta terdakwa kasus dugaan perusakan Kantor Desa Bojong Koneng Ade Emon mengaku disiksa hingga diancam ditembak, dibunuh dan dibuang ke laut oleh oknum polisi. (Reza Zurifwan)

 

INILAHKORAN, Bogor - Terdakwa kasus dugaan perusakan Kantor Desa Bojong Koneng Kabupaten Bogor, Ade Bebed alias Ade Emon mengaku disiksa oknum polisi hingga akan dibunuh dam dibuang kelaut.

Hal itu terungkap dalam sidanug lanjutan kasus dugaan perusakan Kantor Desa Bojong Koneng di Pengadilan Negeri Kelas IA Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin 24 Januari 2024. Dalam sidang yang dipimpin Indra Mainantha Vidi mengagendakan pemeriksaan keterangan terdakwa.

Dalam keterangannya, Ade Emon terdakwa perusakan Kantor Desa Bojong Koneng mengaku mendapat penganiayaan dari oknum anggota kepolisian saat penangkapan dirinya pada Minggu 3 Oktober 2021.

Baca Juga: Prakk,,,Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Motor Saat Hujan Angin di Bogor

Dalam persidangan Ade Emon mengaku dirinya mengalami penyiksaan, seperti pemukulan di bagian dada, mukanya disekap pakai lakban dan plastik, mulutnya di ludahi, ditakuti dengan tembakan, dan diancam dibunuh hingga dibuang ke laut.

Mendengar hal itu, Ketua majelis hakim Indra Meinantha Vidi yang didampingi Susi Pangaribuan dan Putu Mahendra pun mengatakan bahwa terdakwa punya hak untuk melaporkan dugaan kasus penyiksaan tersebut ke Propam.

"Tadi dalam sidang, ketua majelis hakim Indra Meinantha Vidi mendengarkan langsung kronologis penangkapan terdakwa Ade Emon yang disertai penyiksaan. Beliau tadi bilang, bahwa terdakwa punya hak melaporkan kasus tersebut ke Propam," ujar Kuasa Hukum terdakwa Alghiffari Aqsa Amar kepada wartawan.

Baca Juga: Pemerintah Larang Masyarakat yang Tak Miliki Aplikasi PeduliLindungi Masuk Mal

Ia menerangkan, selain megalami penyiksaan. Ade Emon juga kehilangan uang sebesar Rp 800 ribu yang ada di dalam dompetnya, lalu kartu ATM diambil dan diminta PINnya oleh oknum petugas tersebut.

Halaman:

Editor: Ahmad Sayuti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pasar HewanJonggol Lockdown, Ini Penyabnya

Rabu, 25 Mei 2022 | 18:53 WIB

Bapenda Genjot Pendapatan dari PBB-P2

Selasa, 24 Mei 2022 | 21:10 WIB
X