• Selasa, 5 Juli 2022

Tirta Pakuan Siapkan Kali Baru jadi Sumber Air Baku

- Kamis, 7 April 2022 | 20:10 WIB
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan (istimewa)
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan (istimewa)
 
INILAHKORAN, Bogor - Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menyiapkan sungai Kalibaru untuk menjadi salah satu sumber air baku baru.
 
Rencana pemanfaatan anak sungai Ciliwung itu dilakukan sebagai persiapan penyediaan air untuk kawasan perkantoran baru Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di kawasan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.
 
Terbaru, Perumda Tirta Pakuan terus melakukan komunikasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat, agar bisa memanfaatkan aliran Kalibaru untuk air baku baru. 
 
 
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan mengatakan, rencana ini mulai digaungkan sebagai persiapan menambah layanan kepada pelanggan di Kota Bogor dengan memanfaatkan aliran Kali Baru.
 
"Saya baru menginisiasi bahwa jalur Kalibaru itu memungkinkan dibuat sumber air baku baru untuk Perumda Tirta Pakuan. Serta bisa juga untuk wisata. Saya sudah komunikasi dengan Dinas SDA Jawa Barat, tapi tindak lanjutnya masih harus kami diskusikan,” ungkap Rino pada Kamis (7/4/2022) siang.
 
Rino melanjutkan, setelah berkonsulitasi dengan kepala Dinas SDA Jawa Barat dan mengungkapkan bawa Kalibaru kondisi airnya berlebih, sebab aliran kalibaru sedianya ada untuk jalur irigasi sawah warga, yang saat ini sudah berkurang jumlah sawahnya. 
 
 
"Kalibaru kan untuk aliri sawah, tapi sawahnya sekarang sudah sedikit, jadi airnya berlebih. Karena itu kami bisa manfaatkan," terangnya.
 
Rino memaparkan, pihaknya tengah mematangkan rencana pemanfaatan sumber air baku baru Kali Baru ketika Pemkot berencana membangun perkantoran baru di Katulampa.  
 
"Pasti kan memerlukan air, maka kami harus punya tambahan produksi air di sekitar situ. Salah satunya kita bisa pakai Kalibaru," paparnya.
 
 
Rino membeberkan, terkait tingkat kekeruhan air atau NTU dari Kalibaru sendiri, sama dengan Sungai Ciliwung karena masih satu aliran. Untuk mengatasi itu, pihaknya berupaya salah satunya dengan pembubuhan kimia. Yang paling penting, jika ada tamabahan air dari Kalibaru, tentu menambah debit sumber air baku untuk diolah.
 
"NTU-nya sama. Kan sumbernya dari Ciliwung juga, dipecah di bendung Katulampa. Sebagian aliran sungai Ciliwung masuk ke Kalibaru. NTU-nya masih tinggi. Tapi kami berupaya dengan berbagai hal, salah satunya dengan kajian ilmiah kami yang uji cobanya berhasil menurunkan tingkat kekeruhan air baku yang sekarang tengah tinggi, dengan pembubuhan kimia," bebernya.
 
Rino menambahkan, dengan rencana sumber air baku baru ini, sekaligus juga menjadi solusi memperbaiki layanan di zona 7 yang selama ini selalu bermasalah dan tiap hari ada saja komplain dari pelanggan.
 
 
"Saya juga yakin banyak potensi-potensi tengah Kota Bogor terkait sumber air baku kami kedepan. Karena kami tidak punya WTP di tengah Kota Bogor. Kami punyanya hampir semua ada di Kabupaten Bogor," pungkasnya.(rizki mauludi)***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkot Dukung Festival Radio Bogor 2022

Senin, 4 Juli 2022 | 21:20 WIB
X