Sepenting Itukah Opini WTP Bagi Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin? Begini Analisa Pengamat

Sepenting itukah WTP bagi Ade Yasin kala menjabat Bupati Bogor? Pengamat publik Yudfitriadi beberkan analisanya.

Sepenting Itukah Opini WTP Bagi Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin? Begini Analisa Pengamat
Bupati Bogor non-aktif Ade Yasin.
INILAHKORAN, Bogor- Pengamat politik dan kebijakan publik Yudfitriadi menilai bahwa opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) merupakan opini level tertinggi dari lembaga auditor keuangan seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
 
Hingga baginya wajar pula bila setiap kepala daerah seperti Bupati Bogor non aktif Ade Yasin mengejar atau menginginkan penilaian WTP tersebut dari BPK Perwakilan Jawa Barat
 
"Dari lima macam opini auditor, WTP itu level tertinggi makan opini auditnya menyatakan bahwa tidak ditemukan kesalahan, masalah dan catatan keuangan apapun dalam laporan artinya sangat sempurna," ucap Yudfitriadi kepada wartawan, Jumat 29 April 2022.
 
 
Menurut Yusfitriadi ada empat alasan  WTP sangat penting bagi lembaga pemerintah daerah, yaitu yang pertama  akuntabilitas di mata publik.
 
"Yang pertama karena opini dari lembaga auditnya sempurna atau WTP, maka pemerintah daerah dianggap sudah mengelola anggaran keuangan dengan benar. Baik perencanaan, pelaksanaan maupun monitoringnya," terang Yusfitriadi.
 
Ia menambahkan, kedua, perspektif kinerja pemerintahan. Dengan akuntabilitas anggaran keuangan sudah hampir bisa dipastikan dengan kinerja yang tinggi dan profesional. Semakin tidak masalah dalam penggunaan anggaran, maka semakin tinggi dan baik juga penilaian kinerja pemeribtah daerah. 
 
 
"Dengan opini WTP tidak ada alasan pihak manapun untuk menggugat, komplain dan mengkritisi kinerja pemerintah daerah. Ketiga, terbebas dari perilaku koruptif. Dengan opini WTP maka tidak ada pihak manapun yang yang bisa menyatakan adanya perilaki koruptif dan penggelolaan anggaran pemerintah daerah. Baik itu kebocoran anggaran, penyalahgunaan, anggaran fiktif, maladministrasi dan lain-lain. Karena opininya sangat sempurna tanpa ada catatan dan pengecualian apapun," tambahnya.
 
Yang keeempat, jelas Yusfitriadi karena  perspektif politis. Hampir semua kinerja pemerintahan daerah yang disimbolkan oleh Bupati, Wakil Bupati dan pimpinan DPRD kabupaten, akan selalu mengandung unsur politik pencitraan ditengah masyarakat.
 
Karena baik anggota DPRD, Bupati dan Wakil Bupati merupakan politisi yang merupakan representasi dari partai politik. Terlebih dalan konteks Kabupaten Bogor, dimana Ade Yasin berniat mencalonkan kembali pada pilkada 2024. 
 
 
"Sudah dipastikan pentingnya opini dari pihak auditor bahwa Bupati telah berkinerja baik dan jauh dari perilaku koruptif bisa membuat jalannya mulus menuju periode kedua," jelas Yusfitriadi.***(Reza Zurifwan)
 
 


Editor : inilahkoran