Pemenang Lelang Masjid Agung Kota Bogor Diumumkan Bulan Ini

Proses tender proyek lanjutan Masjid Agung tahun 2022 memasuki tahap evaluasi administrasi melihat di laman LPSE Kota Bogor

Pemenang Lelang Masjid Agung Kota Bogor Diumumkan Bulan Ini
Proses tender proyek lanjutan Masjid Agung tahun 2022 memasuki tahap evaluasi administrasi
 
INILAHKORAN, Bogor - Proses tender proyek lanjutan Masjid Agung tahun 2022 memasuki tahap evaluasi administrasi melihat di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bogor yang digawangi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). Ditargetkan PBJ bisa mengumumkan adanya pemenang tender di bulan Mei 2022 ini.
 
"Saat ini proses tendernya sedang dalam tahapan evaluasi dimana dalam tahapan tersebut perlu adanya klarifikasi yang memerlukan waktu untuk cek dukungan," ungkap Kasubag Pengelolaan Pengadaan Barang Jasa pada Setdakot Bogor Undang Sulaiman di Balai Kota pada Senin (9/5/2022) siang.
 
Undang melanjutkan, dalam laman LPSE Kota Bogor, ada 60 perusahaan yang mengikuti tender proyek Masjid Agung dengan nilai pagu Rp26,6 miliar yang bersumber dari APBD 2022 tersebut. Dari jumlah tersebut hingga 9 Mei 2022 tercatat ada dua perusahaan yang mengajukan harga penawaran, yakni CV Utama Jaya senilai Rp21,2 miliar dan PT Cipta Prima Selaras senilai Rp25,8 miliar. 
 
 
"Ya mudah-mudahan kami sudah bisa mengumumkan adanya pemenang tender di bulan ini. Untuk penetapan pemenang mudah-mudahan tidak ada kendala diperkirakan di bulan Mei 2022 ini," tuturnya.
 
Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, bahwa pekerjaan Masjid Agung lanjutan pada tahun ini sudah masuk proses lelang. Dari laporan yang dirinya terima, sudah ada beberapa calon pelaksana yang ikut lelang.
 
"Masjid Agung sekarang sudah masuk proses lelang. Sudah dilaporkan ada beberapa calon, tapi kan kami nggak bisa intervensi juga ya. Saya berharap proses tender proyek Masjid Agung yang sedang dilakukan saat ini tidak sampai terjadi gagal lelang. Jika berjalan mulus dan ada pemenang, saya menargetkan akhir tahun ini Masjid Agung sudah bisa digunakan kembali oleh warga untuk beribadah," tuturnya.
 
 
"Kani berharap tidak gagal lelang. Selalu persoalannya kan ke sistem. Tidak memenuhi kualifikasi dan lainnya. Mudah-mudahan tidak gagal lelang. Kalau tahun ini tidak gagal lelang dan ada pemenang, Insya Allah bisa digunakan di akhir tahun ini," tambahnya.
 
Bima menjelaskan, selain itu, pekerjaan juga bisa berlanjut pada tahun anggaran 2023 yang meliputi pekerjaan fasade dan lainnya. Ia menargetkan, pada tahun 2023, proyek Masjid Agung yang sudah mulai dibongkar sejak 2016 silam ini bisa 100 persen selesai. Serta kembali bisa digunakan untuk tempat beribadah dan salat berjamaah.
 
"Tahun depan dianggarkan lagi untuk fasade-nya dan sebagainya. Jadi selesai 100 persen baru akhir tahun depan. Tapi digunakan untuk tempat ibadah, dipakai salat disana, Insya Allah akhir tahun ini bisa," pungkasnya.***


Editor : inilahkoran