Asep Wahyuwijaya Dicalonkan Sebagai Bupati Bogor, Djasepudin: Tak Etis dan Tak Sopan!

Koordinator JSPB Djasepudin buka suara soal rumor pencalonan Asep Wahyuwijaya sebagai Bupati Bogor penerus Ade Yasin yang terjaring OTT KPK.

Asep Wahyuwijaya Dicalonkan Sebagai Bupati Bogor, Djasepudin: Tak Etis dan Tak Sopan!
Asep Wahyuwijaya dicalonkan sebagai Bupati Bogor pengganti Ade Yasin yang terjaring OTT KPK.

INILAHKORAN, Bogor- Derasnya dukungan untuk Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jabar Asep Wahyuwijaya sebagai calon Bupati Bogor menuai reaksi keras dari Koordinator Jaringan Sahabat Publik Bogor (JSPB), Djasepudin.

Di mata Djasepudin, isu yang terus bergulir terkait pencalonan Asep Wahyuwijaya sebagai calon Bupati Bogor sangatlah tidak etis dan tidak sopan.

Menurutnya, sebaiknya rumor pencalonan Asep Wahyuwijaya sebagai Bupati Bogor itu tidak muncul setelah Bupati Bogor Nonaktif, Ade Yasin terjarin OTT KPK.

Baca Juga: Pemenang Lelang Masjid Agung Kota Bogor Diumumkan Bulan Ini

"Saya pikir dukungan kepada Asep Wahyuwijaya untuk menjadi Cabup Bogor periode 2024-2029 tidak etis dan tidak sopan secara persahabatan alias merusak tatanan berkebudayaan, karena baru muncul pasca Bupati Bogor non aktif Ade Yasin terkena OTT oleh KPK," kata Djasepudin kepada wartawan, Senin, (09/05/2022).

Djasepudin menuturkan bahwa Ikut kontestasi politikcatau pemilihan Bupati (Pilbup) itu mesti atas dasar kesadaran, kepedulian, tekad kuat mengadakan perubahan ke arah perbaikan, serta memiliki kepercayaan diri yang teruji.

"Kok mauvnyalon Bupati Bogor karena orang lain tersangkut kasus? Lalu di mana kehormatan diri?," tutur Djasepudin.

Baca Juga: Ternyata Ini Puncak Keridhoian Allah SWT, Ustadz Adi Hidayat Menyebut Hal Ini Dirasakan Sahabat Nabi

Ia menambahkan, alangkah lebih baik kalau Asep Wahyuwijata tetap fokus ke rencana awal yaitu maju menjadi calon legislatif DPR RI. Mantan Panwascam Cibinong tersebut yakin bahwa sosok Asep Wahyuwijaya nété tarajé nincak hambalan alias bertahap dalam meniti kariernya.

"Kang Asep Wahyuwijaya itu tipe politisi yang nété tarajé nincak hambalan alias bertahap dalam meniti kariernya. Sewaktu kuliah di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, ia aktif di keorganisasian seperti Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI), HMI, KAMMI dan lainnya. Lulus kuliah, ia menjadi advokat atau pengacara dan sekaligus menjadi usahawan. Setelah cukup matang secara lahir dan batin barulah terjun ke dunia politik praktis," tambahnya.

Djasepudin menjelaskan bahwa suara Partai Demokrat pada 2014 menurun di berbagai level. Tapi Asep Wahyuwijaya malah terpilih menjadi anggota DPRD Jawa Barat untuk kali pertama. Pada pemilihan legislatif 2019, raihan suara Asep Wahyuwijaya malah meningkat signifikan, masih untuk kursi DPRD Jawa Barat.

Baca Juga: 169 ASN Masih Cuti dan Tiga Orang Bolos, Hari Pertama Masuk Kerja Pemkot Bogor

"Asep Wahyuwijaya herpengalaman di DPRD Jawa Barat dengan dukungan rakyat (konstituen) dari berbagai kalangan, berkaca pada kiprahnya yang sudah nyata banyak pihak, maka Kang AW akan lebih baik menjadi anggota DPR RI. Apalagi dalam berbagai kesempatan yang saya ketahui pun Kang Asep Wahyuwijaya punya niat ikut kontestasi démokrasi untuk kursi DPR RI. Malah di beberapa media ada tagline 2024 Kang AW ka DPR RI, Jadikeun," jelas Djasepudin.***(Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran