• Selasa, 24 Mei 2022

Dinkes Kabupaten Bogor Terjunkan Penyidik Epidomologi untuk Lacak Penyebaran Hepatitis Akut

- Jumat, 13 Mei 2022 | 16:47 WIB
Untuk mendeteksi penyebaran hepatitis akut di Kabupaten Bogor, Dinas Kesehatan pun membentuk penyidik epidomologi (PE) yang ditugaskan di sejumlah Puskesmas. (Reza Zurifwan)
Untuk mendeteksi penyebaran hepatitis akut di Kabupaten Bogor, Dinas Kesehatan pun membentuk penyidik epidomologi (PE) yang ditugaskan di sejumlah Puskesmas. (Reza Zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Penyebaran adenovirus 41F atau hepatitis akut memang sempat mewabah di Inggris dan 10 negara lainnya hingga WHO menyatakan kejadian luar biasa (KLB).

Di Kabupaten Bogor, tidak ada kasus penyebaran hepatitis akut. Namun, kasus tersebut sudah terjadi di RS Cipto Mangkusumo DKI Jakarta dengan jumlah tiga kasus.

Untuk mendeteksi penyebaran hepatitis akut di Kabupaten Bogor, Dinas Kesehatan pun membentuk penyidik epidomologi (PE) yang ditugaskan di sejumlah Puskesmas.

Baca Juga: Dukung UMKM Lokal, 14-16 Mei Nanti BI Jabar Kembali Gelar KKJ dan PKJB 2022

"Kalau ada masyarakat atau pasien yang gejalanya seperti penyakit hepatitis akut, maka PE akan mentracing kepastian apakah penyakit yang diderita pasien tersebut," kata Kepala Dinkes Kabupaten Bogor Mike Kartalina Suwardi kepada wartawan, Jumat 13 Mei 2022.

Mike Kartalina Suwardi menambahkan gejala-gejala penderita hepatitis akut ialah mata dan kulit berwarna kekuningan, ada rasa mual, pusing, badannya lemas dan sedikit demam.

Baca Juga: Ngeri, Dispernakan KBB Ungkap Gejala Klinis Pada Kerbau saat Terinfeksi PMK

"Selain itu kandungan SGTT atau SGOT (kandungan kimia darah) hasil pemeriksaan laboratariumnya diatas 500, maka besar kemungkinan orang atau pasien tersebut terkena penyebaran hepatitis akut," tambah Mike Kartalina Suwardi. (Reza Zurifwan)

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X