• Kamis, 7 Juli 2022

Hardiknas 2022, Bima Arya Punya Pesan Buat Generasi Muda

- Senin, 16 Mei 2022 | 19:10 WIB
peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kota Bogor (Rizki Mauludi)
peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kota Bogor (Rizki Mauludi)
 
INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan pesan penting kepada generasi muda Kota Bogor disaat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), yaitu generasi muda harus banyak baca soal sejarah.
 
Diketahui, Bima menyempatkan melakukan interaksi santai di Balai Kota Bogor bersama puluhan pelajar SMP dan SMA usai upacara peringatan Hardiknas pada Jumat (13/5/2022) lalu. Dalam kesempatan tersebut, Bima memulai berbagi cerita seputar kondisi Kota Bogor yang sudah bergerak menuju normal setelah menurunnya kasus Covid-19.
 
Bima memaparkan, dirinya melemparkan sejumlah pertanyaan seputar sejarah bangsa kepada generasi muda, salah satunya diminta menyebutkan nama-nama Presiden dan Wakil Presiden Indonesia sampai saat ini. Rata-rata para pelajar yang hadir tidak bisa menyebutkan secara lengkap nama-nama yang diminta Bima Arya.
 
 
"Jadi, saya titip betul banyak baca sejarah. Karena kalau kalian lupa sejarah kalian akan gagal untuk memasuki masa depan. Kalian harus lebih peduli terhadap negara kita. Siapa tahu kalian akan jadi pemimpin selanjutnya," ungkap Bima dalam keterangan tertulis pada Minggu (15/5/2022).
 
Bima melanjutkan, dirinya pada Hardiknas kemarin bertanya mengenai peristiwa yang sedang terjadi di negara Filipina. 
 
"Yang terjadi di negara Filipina sesuatu yang mengejutkan dunia. Ada yang tahu apa yang terjadi?," ungkap Bima.
 
 
Bima memaparkan, kemudian kemarin seorang siswi SMA mengangkat tangan lalu menjawab, Anak dari mantan Presiden Filipina yang terkenal diktator terpilih menjadi presiden karena aktif di media sosial dan menyasar anak muda (saat kampanye). 
 
"Banyak anak muda di sana yang lupa sejarah sehingga keturunan dari seorang diktator bisa menjabat sebagai presiden, jawab siswi yang mendapat acungan jempol dari saya. Bahwa pada 1986 di Filipina terjadi people power menurunkan presiden saat itu Ferdinand Marcos yang sudah 20 tahun berkuasa karena korup dan diktator. 
 
"Itu tahun-tahun yang kelam dalam sejarah Filipina. Sekarang, puluhan tahun setelah Marcos diturunkan secara paksa, anaknya terpilih jadi Presiden Filipina. Suaranya tinggi pula," terang Bima.
 
 
"Siapa pemilihnya?, anak-anak muda Filipina yang tidak belajar dari sejarah yang tidak tahu sejarah bangsa. Ini hati-hati. Poin saya adalah jangan pernah melupakan sejarah. Masalah pilihan politik kalian boleh pilih siapa saja, tapi ketika memilih harus lihat sejarahnya. Ya, memang bisa saja anaknya tidak seperti bapaknya. Bisa saja. Tapi kita semua harus jadikan itu semua sebagai pembelajaran," pungkasnya.***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkot Dukung Festival Radio Bogor 2022

Senin, 4 Juli 2022 | 21:20 WIB
X