Dinkes Sebut Tren Puncak Kasus DBD di Kota Bogor pada 2021 Bergeser di Akhir Tahun

Ada pergeseran puncak kasus DBD di Kota Bogor dalam dua tahun terakhir dimana pada 2021 puncak kasus berada di akhir tahun

Dinkes Sebut Tren Puncak Kasus DBD di Kota Bogor  pada 2021 Bergeser di Akhir Tahun
Dinkes Kota Bogor mencatat peningkatan kasus DBD pada 2021 berada di akhir tahun berbeda dengan dua tahun sebelumnya.

 

INILAHKORAN, Bogor – Dinkes Kota Bogor mencatat puncak angka kasus DBD berada di akhir tahun 2021 atau di bulan Desember.

Dinkes menyebutkan, jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, yakni pada 2019-2020 puncak angka kasus DBD di Kota Bogor berada di awal tahun.

Sekretaris Dinkes Kota Bogor Erna Nuraena, memberikan tiga data pembanding dari tahun 2019, 2020 dan 2021 yang menunjukkan grafik tertinggi DBD  berada di bulan Desember pada tahun 2021.

Baca Juga: Bogor Bangga! Dewi Laila Mubarokah Sabet Medali Emas dan Perak di SEA Games

"Penyebabnya mengapa tinggi di bulan itu, pasti karena banyak genangan akibat curah hujan yang tinggi belum optimal dibersihkan masyarakat," katanya, Selasa 17 Mei 2022.

Menurut Erna, untuk mengurangi jumlah kasus penderita DBD hanya dengan pencegahan yang baik dari masyarakat soal kebersihan lingkungan.

Dari data Dinas Kesehatan Kota Bogor, pada tahun 2019 bulan Januari terdapat sebanyak 152 orang pasien DBD dan bulan Februari sejumlah 157 orang pasien, kemudian terus menurun hingga bulan Desember.

Baca Juga: Libur Lebaran, Warga Padalarang Dihantui DBD

Pada tahun 2020 saat isu Pandemi COVID-19 mulai jadi kewaspadaan semua negara, jumlah pasien BDB pun menurun drastis hanya 48 orang pasien pada bulan Januari dan 64 orang pada bulan Februari.

Di Indonesia sejumlah kebijakan Pandemi COVID-19 mulai terasa pada bulan Februari 2020, sehingga masyarakat tidak banyak beraktivitas di luar rumah.

Namun, data Dinas Kesehatan Kota Bogor menunjukkan, jumlah pasien DBD justru sedikit di awal tahun 2021 yakni hanya 13 orang pasien pada bulan Januari dan tujuh orang pasien pada bulan Februari.

Baca Juga: Duh....Pasien Meninggal Akibat DBD di Kota Tasikmalaya Bertambah Jadi 5 Orang

Pada tahun itu, kebijakan mobilitas masyarakat masih cukup ketat yang diimbau lebih banyak tetap beraktivitas di dalam rumah untuk menghindari lonjakan kasus COVID-19. Satgas COVID-19 Kota Bogor begitu gencar menjaring masyarakat pelanggar protokol kesehatan, mobilitas dan giat vaksinasi dengan cara jemput bola dan humanis.

Akan tetapi, pada akhir tahun 2021 hingga pertengahan tahun 2022 ini, jumlah kasus DBD kembali meningkat seperti dua tahun sebelumnya.

Bulan Desember 2021, Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat sebanyak 101 pasien DBD sehingga grafik pun kembali meningkat.

Baca Juga: Dinkes Bogor Beri Tips Agar Anak Terhindar Hepatitis Akut saat PTM

Selanjutnya, selama Januari-April 2022 terdapat 511 orang diserang penyakit DBD. Pada Bulan Januari di musim hujan kasus pasien DBD mencapai 129 orang. Kemudian turun pada Bulan Februari menjadi 75 orang, melonjak 100 persen menjadi 155 orang pada bulan Maret dan mulai turun pada April menjadi 152 orang

Kota Bogor yang memiliki curah hujan lebih tinggi dari daerah lain, kata Erna, menuntut masyarakatnya juga lebih peduli terhadap pemberantasan genangan air di tempat yang jarang dibersihkan untuk mencegah DBD.

"Untuk pencegahan DBD, menjaga kebersihan lingkungan rumah masing-masing dengan PSN (pemberantasan sarang nyamuk). Jika ada gejala segera ke fasilitas kesehatan," imbaunya. (antara)


Editor : inilahkoran