• Kamis, 7 Juli 2022

Forkopimda di Kota Bogor Mulai Buka Masker, Bima Arya Ajak Masyarakat Lakukan Hal Serupa

- Rabu, 18 Mei 2022 | 20:10 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor mengaku sudah mengikuti arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait melonggarkan aturan pemakaian masker di tengah penyebaran Covid-19. (Rizki Mauludi)
Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor mengaku sudah mengikuti arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait melonggarkan aturan pemakaian masker di tengah penyebaran Covid-19. (Rizki Mauludi)
 
INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor mengaku sudah mengikuti arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait melonggarkan aturan pemakaian masker di tengah penyebaran Covid-19.
 
Bima Arya sudah melepaskan masker saat mengunjungi peringatan Hari Ulang Tahun Kebun Raya Bogor (KRB) ke-205 tahun pada Rabu (18/5/2022). 
 
"Sudah melepas masker, arahan dari Presiden, Presiden Jokowi sendiri sudah men-declare untuk lepas masker diarea terbuka dengan catatan tidak krodit," ungkap Bima kepada wartawan.
 
 
Bima melanjutkan, selain dirinya lepas masker di tempat terbuka juga sudah diikuti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor. Dengan begitu, dirinya akan mengajak masyarakat Kota Bogor untuk melakukan hal yang sama.
 
"Jadi yang pakai masker yang memiliki komorbid, atau flu silahkan tetap pakai masker, atau yang sedang di dalam ruangan. Ataupun, di luar ruangan pakai masker ketika krodit," terangnya.
 
"Atau yang mau masuk pasar, semisal tidak yakin aman, ya pakai masker. Itu tidak apa-apa. Bagi yang belum nyaman, belum pede, silahkan masih tetap pakai (masker). Tapi, bagi yang sehat di jungjungan terbuka ya silahkan buka masker. Nah, kebijakan yang dikeluarkan Presiden Jokowi terkait dengan melonggarkan aturan pemakaian masker, sudah sejalan dengan kondisi penyebaran Covid-19 di Kota Bogor yang semakin melandai," tambahnya.
 
 
Bima memaparkan, sebetulnya sudah melihat data-data yang sangat positif, Kota Bogor sudah menunjukan tren penurunan, beberapa hari 0 kasus, lonjakan kasus belum terjadi pasca lebaran. Namun demikian, pihaknya masih menunggu sepekan kedepan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 pasca Lebaran atau tidak.
 
"Tapi sampai hari ini gak ada, kemarin 0, dan 1 kasus, tipis sekali tetapi kami tetap memastikan untuk memonitor data-data tadi," paparnya.
 
Bima juga mengatakan, ketika terjadi peningkatan Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur, tentunya Satgas Covid-19 Kota Bogor akan mengeluarkan kebijakan lain.
 
 
"Tapi sejauh ini mudah-mudahan kita memasuki endemi," tukasnya.
 
Sementara itu, Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, Alma Wiranta mengaku, masih meninggu aturan lengkap Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1, teebaru.
 
"Kebijakan Covid-19 di Kota Bogor masih merujuk pada SE Nomor 440/2281-Hukham tanggal 10 Mei tentang PPKM Kota Bogor yang berada pada Level 2, yang diberlakukan sejak 10 Mei sampai dengan 23 Mei 2022. Sambil menunggu kebijakan dari Pemerintah Pusat, kami sedang melakukan koordinasi yuridis pada forum Nasional Bagian Hukum Pemda dalam penerbitan kebijakan di daerah," pungkasnya.
 
 
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa Pemerintah melonggarkan kebijakan pemakaian masker di area terbuka dengan mempertimbangkan pandemi Covid-19 yang terkendali.
 
"Dengan memperhatikan kondisi saat ini, penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia makin terkendali, Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker," ungkap Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor.
 
Namun, pelonggaran aturan pemakaian masker hanya berlaku di luar ruangan dan bukan di ruangan tertutup atau transportasi massal. Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang, boleh tidak menggunakan masker. Namun, untuk kegiatan di ruangan tertutup dan transportasi publik, tetap harus menggunakan masker.
 
 
"Bagi masyarakat yang masuk kategori rentan, lansia, atau memiliki penyakit komorbid, kami tetap menyarankan untuk menggunakan masker saat beraktivitas. Demikian juga bagi masyarakat yang mengalami gejala batuk dan pilek, tetap harus menggunakan masker ketika melakukan aktivitas," tambah Jokowi. (rizki mauludi)***
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkot Dukung Festival Radio Bogor 2022

Senin, 4 Juli 2022 | 21:20 WIB
X