• Senin, 4 Juli 2022

Sempat Kagum Program Populis Ade Yasin, Mulyadi Kini Berbalik Sikap

- Kamis, 19 Mei 2022 | 20:20 WIB
ewan Penasehat Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi  (Reza Zurifwan)
ewan Penasehat Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi (Reza Zurifwan)
INILAHKORAN, Bogor-Sempat kagum akan program populis Bupati Bogor non aktif Ade Yasin seperti Cibinong City A Beautiful dan Satu Milyar Satu Desa (Sami Sade), Dewan Penasehat Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi menyayangkan musibah yang terjadi pada adik kandung mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin.
 
"Saya dulu sempat kagum dan bahkan mengapresiasi program Cibinong City A Beautiful dan Sami Sade, namun karena adanya penyimpangan berupa dugaan kasus penyuapan auditor badan pemeriksa keuangan (BPK) perwakilan Jawa Barat di akhir Bulan April lalu, maka saya pun menyayangkan," kata Mulyadi kepada wartawan, Kamis, (19/05/2022).
 
Dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK), Mulyadi mengaku berpikir ulang. Apakah penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP) oleh BPK perwakilan Jawa Barat benar-benar terjadi.
 
 
"Kami jadi berpikir atau berprasangka, bahwa selama ini terjadi penyimpangan, dan harusnya masyarakat bisa lebih baik dalam mendapatkan 'kue' pembangunan," ungkap Mulyadi.
 
Sebagai partai koalisi pengusung Bupati Bogor non aktif Ade Yasin, Partai Gerindra berharap Iwan Setiawan selaku Plt Bupati Bogor bisa mensetting ulang mind set kepemimpinan di Bumi Tegar Beriman.
 
"Pemimpin dan kekuasaan harusnya jadi wadah pengabdian kita kepada masyarakat baik dari sisi kesejahteraan, kemajuan pembangunan dan keadilan serta bukan malah sebaliknya,"  sambungnya.
 
 
Mulyadi menuturkan proses pelelangan, pembangunan dan laporan pertanggung jawaban proyek insfrastruktur yang dilakukan Pemkab Bogor kedepan harus sesuai aturan atau on the track. 
 
Masyarakat papar anggota Komisi V DPR RI tersebut, harus mendapatkan proyek insfrastruktur yang berkualitas dan tepat sasaran atau kebutuhannya.
 
Ia menegaskan sebagai partai koalisi pengusung, Partai Gerindra harus ikut bertanggung jawab atas kepercayaan rakyat yang di cederai.
 
 
"Partai Gerindra harus bersikap untuk tetap menjaga dan mengklarifikasi bahwa Partai Gerindra bukan bagian yang terlibat dari indikasi penyelewengan amanah rakyat, sangat wajar  apabila Partai Gerindra untuk memberikan garis tegas, bahwa kita tetap tunduk dan patuh pada amanah rakyat , serta bukan tunduk dan patuh pada penghianat rakyat," tegas Mulyadi. (Reza Zurifwan)***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X