• Kamis, 7 Juli 2022

Sekilas Tentang Pribadi Mendiang Neng, Lulusan SMP yang Sayang Ibu Mertuanya

- Minggu, 22 Mei 2022 | 17:06 WIB
Para petugas saat mengevakuasi jenazah Neng, korban longsor di Pasir Pogor. (Reza Zurifwan)
Para petugas saat mengevakuasi jenazah Neng, korban longsor di Pasir Pogor. (Reza Zurifwan)
 
 
INILAHKORAN, CijerukMasnoneng Sumiati (Neng) 27 tahun korban bencana tanah longsor di Kampung Pasir Pogor, RT 01 RW 04  Desa Cipelang, Cijeruk, Kabupaten Bogor merupakan ibu satu orang anak.
 
Ia yang semasih gadis tinggal di Desa Palasari, Cijeruk menikah dengan Hilman enam tahun lalu, Neng dan Hilman memiliki satu orang anak perempuan bernama Nafiz (4 tahun).
 
Neng beserta Nafiz, ibu mertuanya Uum (70 tahun) dan kakak iparnya bernama Duduh (43 tahun) dinyatakan tewas karena tertimpa bangunan rumahnya maupun pagar setinggi meter Vila 88.
 
 
Dinyatakan oleh Elang Suwandi kakak kandungnya, Masnoneng Sumiati yang hanya lulusan SMP PGRI Palasari dan pernah bekerja di pabrik sari kelapa adalah sosok yang sangat baik, ia sangat menyayangi ibu mertuanya Uum.
 
"Adik saya sebenarnya dapat tanah dari orang tua kami, namun karena ia baru dapat uang arisan sebesar Rp 10 juta. Ia beli lahan disamping rumah ibu mertua. Neng ingin membangun rumah di lahan tersebut,  Ia ingin merawat Ibu mertuanya Uum," kata Elang Suwandi kepada wartawan, Minggu, (22/05/2022).
 
Wandi sapan akrabnya menuturkan, baik Neng maupun suaminya Hilman juga sangat menyayangi putri semata wayangnya Nafiz. 
 
 
Sehari setelah Hari Raya Idhul Fitri lalu, mereka bersama orang tua Neng dan sanak saudaranya di Desa Palasari, baru saja merayakan hari ulang tahunnya Nafiz.
 
"Keponakan saya (Nafiz) baru saja dirayakan hari ulang tahunnya yang ke empat, dia anak yang ceria dan kabarnya, pas hari kejadian bencana longsor. Ia sedang main-main di kamar neneknya (almarhumah Uum),"  tutur Wandi.
 
Ia menjelaskan bahwa sesuai permintaan Hilman suami Masnoneng Sumiati, jasad Neng, Uum, Nafiz dan Duduh akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Cipelang. 
 
 
"Permintaan suami adik saya, empat orang korban bencana longsor yang merupakan satu keluarga ini akan dimakamkan di TPU Desa Cipelang, kami menuruti kemauan Hilman selaku kepala rumah tangga," jelasnya.
 
Wandi sapaan akrabnya mengaku di hari Sabtu siang kemarin, dirinya gak enak badan dan engan pulang ke rumahnya di Jakarta dari rumah oranf tuanya di Desa Palasari, hingga ia lebih memilih mampir ke tempat lain.
 
Ia kaget setelah mendapatkan kabar duka bencana tanah longsor yang disampaikan suaminya, pria berusia 32 tahun tersebut juga bingung atas perintah sebelumnya dari kakaknya untuk menemui adiknya Masnoneng Sumiati.
 
"Ada perintah dari kakak saya yang ada di luar kota, untuk mencari tau keberadaam Masnoneng Sumiati, lalu istri saya memberi tahu kalau terjadi musibah kepada adik saya tersebut. Saya pun langsung ke lokasi dan ikut mengevakuasi dengan membongkar puing-puing reruntuhan rumah almarhum Duduh maupub almarhumah Uum yang rata dengan tanah," tukas Wandi.
 
 
Masnoneng Sumiati yang tertimbun material bangunan rumah dan pagar Vila 88, ditemuka  paling akhir ketimbang korban bencana longsor lainnya. Ia berhasil dievakuasi petugas gabungan pada Minggu siang pukul 13.40 WIB.
 
Jasadnya langsung dimasukkan ke dalam kantong mayat berwarna hitam, ia dimandikan di musala dekat rumahnya untuk selanjutnya di autopsi di Rumah Sakit Polri Raden Said Soekanto, Kramat Jati, DKI Jakarta.  (Reza Zurifwan)
 
 

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkot Dukung Festival Radio Bogor 2022

Senin, 4 Juli 2022 | 21:20 WIB
X