• Kamis, 7 Juli 2022

Hilman Masih Meratapi Kehilangan Tiga Orang Perempuan Yang Dicintainya Akibat Tanah Longsor

- Senin, 23 Mei 2022 | 11:06 WIB
Hilman masih meratapi kehilangan tiga orang perempuan yang dicintainya akibat rumahnya ambruk setelah tertimpa pagar vila akibat bencana longsor. (Reza Zurifwan)
Hilman masih meratapi kehilangan tiga orang perempuan yang dicintainya akibat rumahnya ambruk setelah tertimpa pagar vila akibat bencana longsor. (Reza Zurifwan)

 

INILAHKORAN, Cijeruk - Hati Hilman (32 tahun) tak karuan, rasa duka sangatlah mendalam. Dalam waktu sebentar saja, Sabtu sore sekitar pukul 17.30 WIB, dia harus kehilangan tiga orang perempuan yang sangat dicintai dan bahkan juga  kakak kandungnya Duduh (43 tahun) akibat tanah longsor.

Ketiga orang perempaun tersebut, yakni Uum (60an tahun) ibu kandungnya, Masnoneng Sumiati (27 tahun) istri, anak perempuannya Nafiz ( 4 tahun). DitambahDuduh (43 tahun) ayah kandung Hilaman. Dia merasa kehilangan lantaran mereka tewas mengenaskan karena tertimpa material bangunan rumah dan pagar vila 88 setinggi tujuh meter akibat tanah longsor.

Sore menjelang adzan Maghrib itu, Hilman yang baru pulang kerja. Melihat air di teras rumahnya tergenang hingga 20 cm. Padahal biasanya, walaupun hujan turun dengan derasnya, air tak sampai tergenang. Dia tidak menyangka itu awal mula terjadinya bencana longsor yang menyebabkan tiga orang perempuan yang dicintainya menghilang selamanya.

Baca Juga: Selain Berikan Aneka Bantuan, Pemkab Bogor Bakal Merelokasi Rumah Korban Tanah Longsor

"Air dari arah tembok pagar mengucur deras dari beberapa sisi atau sepanjang sisi, lalu ada sampah diatas vila hingga air tersumbat. Ketika saya ingin membersihkan sampah tersebut, tiba-tiba tempak pagar tersebut ambruk dan merobohkan rumah almarhumah ibu," kata Hilman kepada Inilah Koran, Senin,  23 Mei 2022.

Hilman menuturkan pasca tembok pagar ambruk akibat longsor dan merobohkan rumah almarhum ibunya, ia langsung teriak-teriak minta tolong warga dan loncat dari tebing setinggi lebih dari tujuh meter tersebut.

"Secara spontan saya meloncat dari atas tebing, sampai ga sadar kaki saya luka dan berdarah karena entah menginjak batu atau lainnya. Dengan bantuan warga dan petugas gabungan, malam itu jasad kakak, ibu kandung dan anak saya berhasil dievakuasi. Sementara istri saya, baru berhasil dievakuasi pada Minggu kemarin pukul 13.30 WIB," tutur Hilman.

Baca Juga: Dewan Bakal Tagih Laporan Dana CSR Tahun 2021 dari Bappeda Kota Bogor

Ayah  satu orang anak itu menjelaskan, sebelum kejadian bencana tanah longsor. Almarhumah ibu, istri dan anak perempuannya memberikan kesan yang sangat mendalam.

Halaman:

Editor: Ahmad Sayuti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkot Dukung Festival Radio Bogor 2022

Senin, 4 Juli 2022 | 21:20 WIB
X