• Senin, 4 Juli 2022

Pemkab Bogor Segera Benahi Jembatan Otista, Tahun Depan Revitalisasi Dimulai

- Senin, 23 Mei 2022 | 19:40 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sopiah Dwikorawati mengatakan, penataan melingkupi sejumlah bangunan yang sudah dihancurkan sebagai persiapan rencana revitalisasi jembatan Otista.  (Rizki Mauludi)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sopiah Dwikorawati mengatakan, penataan melingkupi sejumlah bangunan yang sudah dihancurkan sebagai persiapan rencana revitalisasi jembatan Otista. (Rizki Mauludi)
 
INILAHKORAN, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) segera membenahi kawasan sekitar yang berada di Jembatan Otto Iskandar Dinata (Otista), Kecamatan Bogor Tengah.
 
Bangunan-bangunan sekitar Jalan Otista diratakan usai dibebaskan Pemkot Bogor karena  revitalisasi Jembatan Otista yang bakal dilakukan pada tahun 2023. 
 
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sopiah Dwikorawati mengatakan, penataan melingkupi sejumlah bangunan yang sudah dihancurkan sebagai persiapan rencana revitalisasi jembatan Otista. 
 
 
"Kemungkinan akan ditutup, atau dimanfaatkan sebagai area PKL kuliner. Kan sudah dibebaskan, pak wali kota (Bima Arya) melihatnya kumuh setelah dihancurkan, kemudian tidak ada penataan," ungkap Syarifah pada Senin (23/5/2022).
 
Syarifah melanjutkan, saat ini Pemkot Bogor masih menunggu sinyal dari pemerintah pusat terkait rencana revitalisasi jembatan yang ada di Kota Bogor, karena salah satu yang diusulkan untuk perbaikan adalah jembatan Otista.
 
"Pemkot Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sudah mengusulkan revitalisasi jembatan agar dapat dibiayai melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saat ini belum ada realisasinya, tapi minta dibenahi, mau ditutup atau dibuat pengelolaan sementara untuk pedagang PKL, kuliner. Wacanya kesitu. Tapi kami melihat apakah ditutup atau tidak," tuturnya.
 
 
Syarifah juga menerangkan, selain jembatan Otista, Pemkot Bogor juga tengah mengusulkan perbaikan jembatan lainnya di Kota Bogor.
 
"Untuk Jalak harupat memang kan harus diganti revitalisasi karena usianya, tapi kalau Jembatan Otista kemungkinan hanya pelebaran. Mengingat biayanya yang cukup besar," terangnya.
 
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Rudy Mashudi mengatakan, usulan penanganan jembatan Otista sudah diusulkan melalui penganggaran melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2023. Ada dua opsi penanganan jembatan yang diusulkan Dinas PUPR Kota Bogor, pertama mengganti jembatan dengan estimasi biaya sebesar Rp52 miliar. 
 
 
"Nah, atau opsi kedua hanya menambah atau pelebaran jembatan yang diusulkan dengan biaya Rp30 miliar. Opsi kedua melebarkan jembatan, dari lebar eksisting menambah 6 meter," tuturnya.
 
Rudy melanjutkan, pertimbangan lainnya yang harus disiapkan adalah rekayasa lalulintas ketika mulai melakukan revitalisasi jembatan. Untuk mengganti struktur jembatan Otista harus melihat rekayasa lalulintas yang ada disitu, karena itu jalan utama. 
 
"Namun untuk rekayasa lalulintas, akan dibahas oleh Dishub dan intansi terkait," pungkasnya.
 
 
Sebelumnya, Pemkot Bogor mencatat sebanyak empat jembatan di wilayahnya yang kondisinya membutuhkan rusak. Adapun keempat jembatan yang harus direvitalisasi yakni MA Salmun, pelebaran Jembatan Otista, dan Jembatan Sempur, yang berada di Kecamatan Bogor Tengah dan Jembatan Situ Duit berada di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
 
"Keempat jembatan tersebut membutuh perbaikan atau revitalisasi. Untuk Jembatan Otists, Fly Over MA Salmun, dan Jembatan Sempur, Pemkot Bogor mengajukan anggaran melalui pemerintah pusat. Sebab, untuk merevitalisasi dua jembatan dan satu fly over tersebut membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Kami sudah mengajukan (anggaran) ke pusat, mulai dari Fly Over MA Salmun, Otista, dan Situ Duit. Dan sudah disurvey juga," ungkap Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Chusnul Rozaqi.*** (Rizki Mauludi)

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X