Gedung DPRD 'Diteror' Bom, 20 Personel Jihandak Lakukan Tindakan Represif

- Rabu, 25 Mei 2022 | 15:42 WIB
Personel Jihandak lakukan aksi pengamanan Gedung DPRD Kota Bogor dari ancaman teror bom. (Rizki Mauludi)
Personel Jihandak lakukan aksi pengamanan Gedung DPRD Kota Bogor dari ancaman teror bom. (Rizki Mauludi)

INILAHKORAN , Bogor - Sebanyak 20 personel penjinak bahan peledak (Jihandak) TNI Angkatan Darat (AD) mengamankan gedung DPRD Kota Bogor dari ancaman teror bom pada Rabu 25 Mei 2022 siang.

Ternyata Kota Bogor tengah dikategorikan zona abu-abu dalam simulasi untuk tindakan penganan ancaman bom.

Guru Militer di Pusdikzi Bogor Mayor CZI Benny Faizal memaparkan, pihaknya menerjunkan 20 personel Angkatan Darat (AD) dari seluruh perwakilan satuan Zeni SeIndonesia untuk mengamankan Gedung DPRD Kota Bogor.

Baca Juga: Thomas Doll Ungkap Kebutuhan Pemain Asing Persija, Ini Slot Posisi yang Dicari

"Bahwa pengamanan bom tersebut sebatas skenario dalam simulasi yang berlangsung di Kantor DPRD Kota Bogor. Kota Bogor kami kategorikan zona abu-abu dalam simulasi untuk tindakan pengamanan ancaman bom," ungkap Benny kepada wartawan di gedung DPRD Kota Bogor.

Benny memaparkan, bahwa simulasi ini bersifat represif karena sudah terjadi suatu ancaman bom, maka dalam artiannya penanganan apabila sudah terjadi ancaman bom, sebetulnya ada dua penanganan diantaranya adalah preventif dan refresif.

"Ya, untuk kali ini kita lakukan represif. Karena sudah ada bom nya, setelah paket bom diketemukan dan dievakuasi ditempat yang aman, anggota akan melakukan tindakan disposal (peledakan) yang selanjutnya akan melakukan tindakan mengindentifikasi lanjutan untuk mengetahui isi dalam bom serta pembuatnya," jelasnya.

Baca Juga: Robert Alberts Boyong Seluruh Peman untuk TC di Batam

Benny membeberkan, pihaknya berterimakasih kepada DPRD Kota Bogor karena allhamdulillah diizinkan praktek latihan disini.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkot Dukung Festival Radio Bogor 2022

Senin, 4 Juli 2022 | 21:20 WIB
X