• Senin, 4 Juli 2022

Jumlah Sapi Yang Terkena Wabah PMK di Pasar Hewan Jonggol Terus Bertambah

- Kamis, 26 Mei 2022 | 09:45 WIB
Setidaknya lebih dari 10 ekkor sapi yang terindikasi terjena wabah PMK dji Pasar Hewan Jonggol Kabupaten Bogor dan langsung dikarantina. (Reza Zurifwan)
Setidaknya lebih dari 10 ekkor sapi yang terindikasi terjena wabah PMK dji Pasar Hewan Jonggol Kabupaten Bogor dan langsung dikarantina. (Reza Zurifwan)


INILAHKORAN, Jonggol - Penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Pasar Hewan Jonggol terus meningkat, dari sebelumnya empat ekor sapi, kini menjadi 14 ekor sapi.

Selain itu, karena mengalami gejala yang hampir sama, ada 15 ekor sapi lagi yang sedang di karantina ataupun diisolasi oleh UPT Puskeswan wilayah III Jonggol, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor karena terindikasi terkena wabah PMK.

"Saat ini jumlah sapi yang positif terpapar wabah PMK ada 14 ekor, lalu yang mengalami gejala ada 15 ekor. Kami sedang menunggu hasil uji laboratarium Balai Veteriner Kabupaten Subang," ucap Kepala Diskanak Kabupaten Bogor Oetje Soebagdja kepada wartawan, Kamis 26 Mei 2022.

Baca Juga: Geger..Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas Dekat Istana Bogor

Oertje Soebagdja menuturkan, baik hewan yang positif terpapar maupun yang batu bergejala PMK, sudah diisolasi di kandang terpisah dengan hewan ternak lainnya yang masih sehat.

Wabah atau virus PMK, merupakan wabah yang penyebarannya sangat cepat dan mudah dengan mediasi penyebaran melalui udara.

"Tujuan isolasi tersebut demi melokalisir atau mencegah penyebaran yang lebih meluas terhadap wabah PMK. Terhadap hewan yang malang tersebut, kami memberikan pengobatan hingga dinyatakan sembuh," tutur Oetje Soebagdja.

Baca Juga: 5 Sapi Positif PMK di Kota Bandung Mulai Pulih

Ia menjelaskan bahwa bersama unsur Muspika dan Muspida Kabupaten Bogor lainnya, mulai hari ini Pasar Hewan Jonggol lockdown atau tutup sementara selama 14 hari.

"Kami menutup sementara jual beli hewan ternak di Pasar Hewan Jonggol selama 14 hari, langkah selanjutnya kami akan mengevaluasi lagi dan melihat kondisi kesehatan hewan ternak," jelasnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Sayuti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X