Zonasi dengan Kuota, Sistem PPDB Kota Bogor 2022, Begini Skemanya...

PPDB Kota Bogor tahun 2022 ini bakal dilangsungkan dengan sistem zonasi dengan kuota. Begini skemanya.

Zonasi dengan Kuota, Sistem PPDB Kota Bogor 2022, Begini Skemanya...
Sekertaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Dani Rahardian bicara soal PPDB tahun 2022.

INILAHKORAN, Bogor - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Bogor akan dilaksanakan Juni 2022 mendatang, sistemnya tetap zonasi tetapi dengan kuota.

Selain itu jalur tenaga medis dalam PPDB 2022 saat ini dihilangkan dan ditambah kuotanya ke zonasi yang dibagi menjadi empat kriteria zonasi.

Untuk sosialisasi PBBD Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor sudah melakukan sosialisasi mulai pada Rabu 25 Mei 2022 kemarin.

Sekertaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Dani Rahardian memaparkan, pihaknya sudah melakukan rapat pada tanggal 23 Mei 2022 yang dipimpin Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim terkait kesepakatan zonasi.

Jadi ada keadilan bahwa tahun sekarang ini zonasi ini ada kuotanya.

"Jadi per kelurahan ada kesempatan untuk wilayah zonasinya, itu ada persentase kuota bahwa bisa diterima disekolah negeri. Daya tampung masih sama, tidak ada perubahan. Malah sekarang ini prediksi lulusan SD ke SMP sebanyak 17.740 orang belum dengan madrasah dibawah kantor Kementerian Agama (Kemenag)," ungkap Dani kepada INILAHKORAN, Kamis 26 Mei 2022.

Dani membeberkan, tetapi bisa jadi ada perubahan, karena menunggu kesepakatan Disdik Kota Bogor dengan stakeholder seperti dewan pendidikan (Wandik), MKKS, PGRI, kecamatan dan kelurahan.

"Karena penetapan zonasi itu harus kesepakatan MKKS, kemarin juga ada MKKS, SMP dan SD. Ketika kesepakatan tersebut tercapai, maka sistemnya tetap sama dengan yang tadi dipaparkan saya," tuturnya.

Dani melanjutkan, rapat koordinasi dengan Komisi IV DPRD Kota Bogor juga telah dilaksanakan, karena dewan ingin mengetahui prosesnya seperti apa untuk PPDB tahun ini.

Meski secara PPDB tahun ini aturannya tetap Permendikbud 1 tahun 2021.

"Hanya mungkin sekarang tahun ini ada perubahan kuota terkait kuota tenaga medis, tenaga medis Covid-19 tidak ada. Afirmasi perpibdahan orang tua 20 persen, maslahat guru itu masih tetap kuotanya. Kemudian jalur prestasi (Japres) untuk SMP tetap sama, untuk SD tidak ada Japres. SD adanya hanya jalur afirmasi kemudian untuk jalur perpindagan orang tua dan maslahat guru," terangnya.

Dani menambahkan, dengan hilangnya kuota tenaga medis, otomatis kuota zonasi bertambah, untuk perpindagan orang tua dan maslahat guru kuotanya tetap.

Japres sendiri ada tiga kriteria yaitu jalur rapot, prestasi akademis dan non akademis.

"Untuk pelaksanaannya Insyaallah SD mulai 5 Juni dan untuk SMP 15 Juni 2022. Dengan harapan zonasi sudah fix karena sudah berbicara dengan stakeholder dan sudah ada kesepakatan. Kalau zona tetap 1,2,3 dan 4. Kalau dulu kan zona terdekat dan banyak di zona 1, kalau sekarang berbeda zona 1,2,3,4 ada kuotanya dan terwakilkan," jelasnya.

Dani mencontohkan, semisal ada dua kelurahan masuk zona 2, dari dua kelurahan itu bersaing dengan adanya kuota, persaingannya tetap jarak terdekat.

Jadi, setiap kelurahan ada keterwakilan.

"Namun, untuk wilayah Kecamatan Bogor Timur masih dipertanyakan oleh DPRD, karena zona 1 semua kelurahan nya di SMP Negeri 18, meski dengan sistem PPDB tahun ini, wilayah Timur juga masih punya kesempatan ke SMPN 9. Meski begitu, ada kriteria zona 4 untuk seluruh kelurahan Kota Bogor, semua bisa daftar tapi diambil tetap jarak terdekat. Bersaingnya siapa yang terdekat," pungkasnya.***(Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran