Begini Cara Satgas Kota Bogor Biar Harga Minyak Goreng Seragam

- Jumat, 27 Mei 2022 | 21:40 WIB
INILAHKORAN, Bogor - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Satgas pengendalian harga minyak goreng (Migor) Kota Bogor melakukan pemasangan stiker kepada toko yang menjual minyak goreng sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) pada Jum'at (27/5/2022) siang.
 
Pemasangan dimulai di toko migor sekitar Pasar Bogor hingga ke toko-toko lainnya, sementara itu untuk 15 toko yang menjual diatas HET masih didalami permasalahannya oleh tim satgas. Hal ini dilakukan agar nantinya semua bisa menjual migor sesuai HET.
 
Kapolresta Bogor Kota yang juga Ketua Satgas pengendalian harga migor Kota Bogor, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pihaknya mengevaluasi yang menjadi hasil satgas terjun ke lapangan kemarin dan delapan toko hijau ini diapresiasi Satgas dan Forkopimda Kota Bogor.
 
 
"Kami melakukan ini sebagai upaya untuk menurunkan klasifikasi harga sesuai HET atau semua toko migor kategori hijau, karena kalau toko menjual sampai 10 persen diatas HET, kami kategori kan merah. Kami berharap upaya yang dilakukan menurunkan harga migor di toko yang dijual atas Rp17 ribu perkilo," ungkapnya.
 
Susatyo membeberkan, hasil pemeriksaan terhadap 15 pedagang bahwa ada pedagang eceran di toko supplier yang sama, tapi jualnya harganya variasi Rp16 ribu hingga 20 ribu. Sehingga melalui satgas pengendalian ini bisa penjualan tertinggi 10 persen dari harga HET, diluar itu akan ditertibkan.
 
"Kami mempelajari distribusi ditingkat hilirnya, hasil pemeriksaan kemarin kepada supplier dan kearah distributor sehingga bisa mengurai perbedaan harga dan kami akan evaluasi setiap hari. Satgas dari Disperindag bisa mengurai perbedaan harga yang cukup jauh," tuturnya.
 
 
"Pantauan saat ini masih ada toko yang menjual Rp18 ribu perkilo dan apabila dapat harga murah mereka mengaku bisa menjual Rp17 ribu perkilo. Kenapa tidak bisa Rp17 ribu, karana dapat dari supplier sudah harga Rp17 ribu. Kalau ada yang tidak wajar kami akan periksa adminitratifnya," tambahnya.
 
Susatyo menjelaskan, pihaknya juga masih melakukan pembinaan kepada pedagang, ini dilakukan agar tidak terlalu jauh perbedaan harganya. Semisal pedagang eceran beli dari toko, kemudian toko dari supplier.
 
"Jadi sebaiknya jangan terlalu jauh mata rantainya agar tidak terlalu jauh perbedaannya harganya. Kami akan melakukan secata bertahap menurunkan harga, dari merah ke kuning, dari kuning di usahakan ke zona hijau. Sehingga semua menjual migor sesuai HET," pungkasnya. (rizki mauludi)***
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkot Dukung Festival Radio Bogor 2022

Senin, 4 Juli 2022 | 21:20 WIB
X