Bersama DLH, Perumda Tirta Kahuripan Ajak Masyarakat Bogor Jaga Kelestarian Sungai Ciliwung

Terjaganya kelestarian Sungai Ciliwung menjadi perhatian Perumda Tirta Kahuripan. Berama DLH, mereka mengajak warga Bogor berpartisipasi.

Bersama DLH, Perumda Tirta Kahuripan Ajak Masyarakat Bogor Jaga Kelestarian Sungai Ciliwung
Bersama DLH, Perumda Tirta Kahuripan mengajak masyarakat Bogor menjaga kelestarian Sungai Ciliwung.

INILAHKORAN, Bogor - Perumda Tirta Kahuripan mengajak masyarakat Boogr menjaga kelestarian Sungai Ciliwung yang merupakan salah satu sumber air baku air bersih.

Direktur Umum Perumda Tirta Kahuripan Abdul Somad mengatakan, tak hanya mengajak warga Bogor. Namun, untuk menjaga kelestarian Sungai Ciliwung itu pun pihaknya menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Terutama untuk melihat sejumlah lokasi di bantaran Sungai Ciliwung yang disinyalir berkontribusi atas permasalah sampah.

"Permasalahan sampah sering terjadi di sepanjang sungai berakibat rusaknya kelestarian Sungai Ciliwung. Tah hanya itu, penumpukan sampah pun mengakibatkan terganggunya proses produksi air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cibinong," kata Abdul di Perumda Tirta Kahuripan, Jumat 17 Juni 2022.

Baca Juga: Alhamdulillah Tunjangan Insentif bagi Guru Madrasah non PNS Cair BulanJuni 2022

Dia menyebutkan, hal itu sejalan dengan amanat PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang penyelenggaran perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Di mana di dalamnya ada lampiran tentang baku mutu air sungai dan disebutkan bahwa sungai Indonesia harus nihil sampah.

Tim dari DLH Kabupaten Bogor dipimpin Dyan Heru Sutjahyo sebagai Sub Koordinator Penegakkan Hukum Lingkungan dan didampingi Tim Pengendalian Pencemaran Sungai Sungai dan Mata Air (P2S2) Perumda Tirta Kahuripan yang diketuai Tedi Permadi.

"Dari penelusuran tersebut didapat bahwa, di bantaran Sungai Ciliwung yang berlokasi di Kampung Pajeleran, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, ada beberapa tempat pengepul sampah ilegal yang pengelolaan sampahnya tidak sesuai dengan standar sehingga berdampak buruk pada lingkungan dan Sungai Ciliwung," sambung Abdul Somad.

Baca Juga: Amankan Persib vs Persebaya di Penyisihan Grup Piala Presiden 2022 , Polda Jabar Turunkan Ribuan Personel

Pengepul sampah ilegal tersebut dijadikan tempat pembuangan sampah akhir oleh warga sekitar dan sejumlah restoran di Cibinong yang sampahnya ditimbun di bantaran sungai dan ketika hujan turun dan sungai banjir akan membawa material sampah ke badan sungai dan menghambat operasional pompa intake dikarenakan sampah memenuhi area intake yang mengakibatkan pompa intake tidak bisa beroperasi sehingga merugikan masyarakat luas karena pasokan air bersih terganggu.

Selanjutnya, DLH Kabupaten Bogor akan membuat papan pengumuman agar masyarakat membuang sampah ditempat yang sudah ditentukan dan segera menutup tempat pengepulan sampah ilegal tersebut yang rencananya akan disaksikan oleh tokoh masyarakat setempat dan aparat Kelurahan Sukahati.

"Diharapkan kedepannya timbulnya kesadaran dan peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian Sungai Ciliwung yang artinya sama saja dengan menjaga ketersediaan air bersih untuk masyarakat Kabupaten Bogor," tukasnya. (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran