Keren, Di Kota Bogor Botol Plastik Ditukar Jadi Pulsa

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor bekerjasama dengan Indosat Ooredoo Hutchison menhadirkan mesi

Keren, Di Kota Bogor Botol Plastik Ditukar Jadi Pulsa
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor bekerjasama dengan Indosat Ooredoo Hutchison menhadirkan mesin penukaran sampah non organik jenis botol plastik dengan pulsa atau Reverse Vending Machine (RVM) Plasticpay di Mall Bogor Trade Mal (BTM), Kecamatan Bogor Ten
 
INILAHKORAN, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor bekerjasama dengan Indosat Ooredoo Hutchison menhadirkan mesin penukaran sampah non organik jenis botol plastik dengan pulsa atau Reverse Vending Machine (RVM) Plasticpay di Mall Bogor Trade Mal (BTM), Kecamatan Bogor Tengah pada Jum'at (24/6/2022) malam.
 
Diketahui penggunaannya cukup mudah, satu botol plastik sekali pakai dimasukan ke dalam mesin yang sudah disediakan dilantai bawah BTM, kemudian download aplikasi Plasticpay. Lalu pengguna tinggal memasukan nomer telpon, secara otomatis pada penggunaan pertama satu botol plastik akan ditukar pulsa sebesar Rp10 ribu. Sedangkan pada penukaran selanjutnya dihargai Rp56 per botol.
 
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, dalam sehari sampah yang dihasilkan di Kota Bogor dalam sehari mencapai 650 ton sampah, dari total tersebut sebanyak 14 persennya adalah sampah non organik atau sampah plastik.
 
 
"Dan dari total keseluruhan ada 100 ton yang tidak terangkut. Sampah jenis plastik menjadi masalah lantaran sulit diuraikan karena memerlukan waktu puluhan tahun bahkan ratusan tahun. Keberadaan sampah plastik ini juga sangat membahayakan bagi kesehatan manusia karena jika bagian plastik yang disebut microplastik jika terkonsumsi manusia maka akan menjadi masalah kesehatan," ungkap Bima.
 
Bima melanjutkan, bagaimana microplastik bisa terkonsumsi, saat sampah dibuang ke sungai, kemudian dimakan ikan dan ikannya dimakan manusia. Dalam kandungan ikan itu sudah ada microplastik, itu yang berbahaya. Untuk itu di Kota Bogor sejak tahun 2018 sudah melarang penggunaan kantong plastik di minimarket. Kurang lebih bisa berkurang sebanyak 6,6 persen atau sebesar 4300 kilogram. 
 
"Dengan adanya program ini kita harapkan timbunan dan permasalahan sampah plastik bisa terurai. Nantinya sampah plastik yang dikumpulkan dalam vending machine ini akan digunakan untuk membuat kerajinan tangan. Kolaborasi ini juga sebagai upaya untuk membangun kebiasaan baru insentif bagi warga dan anak muda untk menukarkan botol plastik menjadi pulsa," terangnya.
 
 
"Artinya dari hulunya plastiknya bisa ditarik dan dikumpulkan sengan lebih efisian dan oleh plastic pay botol plastik ini diolah agar lebih manfaat dikembangkan disini dari masalah jadi berkah dari sampak plastik jdi pulsa," tambah Bima.
 
Sementara itu, President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha memaparkan, sampah Jadi Pulsa merupakan salah satu program CSR IOH di dalam pilar Lingkungan. Program ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi limbah botol plastik dan menjaga kelestarian alam dengan pemanfaatan teknologi digital. 
 
"Kami merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan Pemkot Bogor dan para pihak, meluncurkan program ini ke tengah masyarakat untuk mendorong perilaku hidup bersih dan mengelola sampah menjadi sesuatu yang memberi manfaat juga menciptakan nilai tambahan. Peluncuran hari ini merupakan langkah awal untuk menyebarkan gerakan melestarikan lingkungan secara berkelanjutan sambil memberdayakan masyarakat untuk mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat," paparnya.
 
 
"Kami akan terus melanjutkan kerja sama strategis dengan mitra lokal maupun global untuk menjalankan misi IOH dalam memberikan pengalaman digital kelas dunia, menghubungkan, dan memberdayakan masyarakat Indonesia," tambah Vikram.
 
Ditempat yang sama, CEO Plasticpay dan juga Direktur INOV, Suhendra Setiadi mengatakan pengolahan sampah plastik ini dilakukan dengan memberdayakan para pelaku UKM. Ada berbagai produk yang bisa dihasilkan dari sampah plastik diantaranya adalah untuk membuat tas, bantar leher, sepatu dan lain sebagainya.
 
"Semua sampah plastik yang dikumpulkan di Mal BTM dan ini akan di tranformasi menjadi produk yang dibuat oleh UMKM ini adalah produk dari 99 persen sampah plastik. Seperti tas ini terbuat dari 15 botol 500 mili liter," pungkasnya.***
 


Editor : inilahkoran