Kunjungi Korban Bencana Banjir Leuwiliang dan Pamijahan, Ridwan Kamil Bantu Rp500 Juta

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan bantuan dana sebesar Rp500 juta kepada korban bencana alam di Leuwiliang dan Pamijahan, Bogor.

Kunjungi Korban Bencana Banjir Leuwiliang dan Pamijahan, Ridwan Kamil Bantu Rp500 Juta
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan bantuan Rp500 juta untuk korban banjir bandang di Leuwiliang dan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
 
INILAHKORAN, Leuwiliang - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan bantuan dana sebesar Rp500 juta kepada korban bencana alam di Kecamatan Leuwiliang dan Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
 
Menurut Ridwan Kamil, rencananya, bantuan uang yang diambil dari pagu atau pos anggaran belanja tak terduga (BTT) itu dikelola oleh Pemkab Bogor, dan diperuntukkan untuk tanggap darurat banjir bandang dan tanah longsor pada Rabu malam (22/06) lalu di Leuwiliang dan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
 
"Pemprov Jawa Barat memberikan bantuan uang dari pos anggaran BTT sebesar Rp 500 juta. Uang itu untuk tanggap darurat bencana alam di Kecamatan Leuwiliang dan Kecamatan Pamijahan. Saya titip hajat hidup para pengungsi akibat rumahnya rusak harus ditanggung oleh negara," kata Ridwan Kamil kepada wartawan, di Desa Purasari, Leuwiliang, Minggu, 26 Juni 2022.
 
Ridwan Kamil menerangkan bantuan uang tersebut bisa bertambah, namun ia mengingatkan penanganan bencana alam ditanggung bersama antara Pemkab Bogor dan Pemprov Jawa Barat.
 
 
"Jangan lama-lama menghitung (kerugian akibat bencana alam). Nanti proses rekontruksi (insfrastruktur yang rusak) silahkan ajukan lagi. Pemkab Bogor dan Pemprov Jawa Barat saling berbagi dan saling mengisi," terang Ridwan Kamil.
 
Gubernur Jawa Barat itu menuturkan harapan relokasi korban bencana alam banjir bandang dan tanah longsor, terkendala 'nego' lahan dengan Perhutani atau instansi lainnya.
 
"Walaupun ada kendala 'nego' lahan, tetapi usulan relokasi pengungsi akan kita tetap perjuangkan," tuturnya.
 
 
Kang Emil menambahkan bencana alam khususnya banjir bandang dan tanah longsor kemarin, menjadi pembelajaran, bagaimana kita harus pintar atau menggunakan ilmu dalam menjalani hidup.
 
"Menjalani hidup harus menggunakan ilmu, misalnya dimana sungai jangan diganggu seperti menanam ikan pakai keranda hingga ada alih fungsi, lalu nanti akan masuk ke jalur yang bukan semestinya, hal ini menjadi pembelajaran hingga tidak terulang lagi bencana alam ini,"  tambah Kang Emil. (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran