Tiga Nyawa Melawang Akibat Banjir Bandang dan Longsor di Pamijahan dan Leuwiliang Bogor

Bencana banjir bandang yang melanda Pamijahan dan Leuwiliang di Kabupaten Bogor telah merenggut tiga nyawa warganya.

Tiga Nyawa Melawang Akibat Banjir Bandang dan Longsor di Pamijahan dan Leuwiliang Bogor
Banjir bandang di Pamijahan dan Leuwiliang menelan korban tiga nyawa di Kabupaten Bogor.

INILAHKORAN, Bogor – Bencana banjir bandang yang melanda Pamijahan dan Leuwiliang di Kabupaten Bogor telah merenggut tiga nyawa warganya.

Mereka meregang nyawa akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Desa Cibunian di Kecamatan Pamijahan dan Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor pada Rabu malam lalu.

“Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Pamijahan dan Leuwiliang, Rabu malam lalu menewaskan tiga orang,” sebut Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin kepada wartawan di Purasari, Leuwiliang, Minggu, 26 Juni 2022.

Dia pun menyebut tiga nama yang meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor di Leuwiliang dan Pamijahan itu. Ketiganya yakni Aan, Umar, dan Yadi Mulyadi.

Baca Juga: Kunjungi Korban Bencana Banjir Leuwiliang dan Pamijahan, Ridwan Kamil Bantu Rp500 Juta

“Semoga yang meninggal dunia diterima amal dan iman Islamnya. Sementara yang sakit karena luka, diberikan kesembuhan dan ketabahan,” tambah Burhanudin.

Jasad pertama yang ditemukam adalah Aan. Dia ditemukan di Kampung Muara Satu RW 01 Desa Cibunian oleh Tim BPBD, Destana Desa Cibunian, Tagana Kabupaten Bogor dan warga.

Warga yang ditemukan atas nama Aan (42 tahun), jasad almarhumah ditemukan dalam kondisi tertindih material bangunan yang rata dengan tanah. Sementara Umar (22 tahun) belum ditemukan.

Baca Juga: Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Bogor Telan Satu Korban Jiwa

“Jasad almarhumah Aan sudah ditemukan oleh tim gabungan pada pukul 08.30 WIB, mudah-mudahan Umar segera ditemukan oleh tim, dalam keadaan hidup,” ucap Camat Pamijahan Imam Mahmudi kepada wartawan, Kamis.

Sementara itu, Lisna (27 tahun) warga RW 01 Kampung Muara Satu, Desa Cibunian mengaku masih trauma akan kejadian bencana alam banjir dan tanah longsor Rabu malam kemarin.

"Rumah warga Kampung Muara Satu RW 01 banyak yang rusak, kalau Umar belum ditemukan, sementara jasad almarhumah Aan sudah dikuburkan oleh keluarga dan warga sekitar," kata Lisna. (Reza Zurifwan)

Baca Juga: Banjir Bandang Ternyata Juga Terjang Leuwiliang, Ribuan Warga Terdampak


Editor : inilahkoran