Anggota Komisi IV DPRD Ini Sayangkan Aksi Perundungan Viral di Dekat Istana Bogor

nggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Devie Prihartini Sultani menyatakan miris dengan adanya aksi perundungan yang viral terjadi di Kota Bogor b

Anggota Komisi IV DPRD Ini Sayangkan Aksi Perundungan Viral di Dekat Istana Bogor
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Devie Prihartini Sultani
 
INILAHKORAN, Bogor - Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Devie Prihartini Sultani menyatakan miris dengan adanya aksi perundungan yang viral terjadi di Kota Bogor beberapa hari lalu.
 
Wanita yang akrab disapa DPS itu mempertanyakan status Kota Bogor sebagai Kota Layak Anak (KLA) dan dipertanyakan juga tentunya kinerja Pemkot Bogor untuk mengantisipasi hal-hal seperti itu.
 
Diketahui, aksi perundungan yang terjadi di kawasan Taman Sempur diduga melibatkan lima remaja wanita terhadap VC (14) yang tidak lain teman satu group yang bernama Al Empang pusat.
 
 
"Saya miris sekali dengan kejadian perundungan yang terjadi di Kota Bogor, terjadinya pun di siang hari, di dekat Istana Bogor pula, dan pelakunya diketahui adalah remaja perempuan," ungkap DPS pada Kamis (30/6/2022) siang.
 
DPS memaparkan, Kota Bogor mempunyai cita-cita sebagai kota ramah anak, namun hal seperti itu terjadi tidak hanya sekali dua kali. Sehingga dirinya bingung dengan implementasi predikat KLA di Kota Hujan ini.
 
"Ya, mengapa kawasan taman yang selalu dijadikan ajang untuk melakukan kegiatan negatif tersebut. Hal ini menjadi pertanyaan saya apakah mereka lebih nyaman melakukan hal-hal seperti ini di Kota Bogor?, banyak taman-taman yang dibuat dengan harapan menjadi tempat kegiatan positif bagi warga masyarakat Kota Bogor khususnya anak-anak sampai remaja bahkan dewasa, namun ternyata sering kali taman-taman ini malah menjadi tempat kegiatan yang negatif," paparnya.
 
 
DPS menjelaskan, kejadian ini harus mendapatkan perhatian serius dari Wali Kota Bogor Bima Arya dan jajarannya untuk lebih peka dan antisipasi terhadap aksi perundungan maupun tawuran.
 
"Hal tersebut tidak hanya menjadi tugas pemerintah, namun menjadi tanggung jawab bersama baik orang tua maupun guru pendidik," jelas politisi Nasdem ini.
 
DPS menambahkan, ilmu yang didapat di sekolah sebaiknya diimbangi juga dengan akhlak perilaku, sehingga bukan hanya ilmu-ilmu teori.
 
 
"Kami juga punya program sekolah ibu yang bertujuan untuk menjadikan keluarga lebih baik, meningkatkan ketahanan keluarga dan lain-lain, jadi ibu-ibu di Kota Bogor pun disekolahkan tidak hanya anak-anaknya saja, namun rasanya dengan kejadian hal seperti ini yang berulang-ulang saya rasa belum dirasakan hasilnya ya. Implementasinya masih minim dengan predikat kota ramah anak," pungkasnya. (rizki mauludi)***
 


Editor : inilahkoran