Proyek Jalan Bomang Segera Dilanjutkan Dinas PUPR Kabupaten Bogor

Usai melantik pejabat pembuat komitmen (PPK), Dinas PUPR Kabupaten Bogor segera melanjutkan proyek Jalan Bomang (Bojonggede-Kemang).

Proyek Jalan Bomang Segera Dilanjutkan Dinas PUPR Kabupaten Bogor
Pengerjaan proyek Jalan Bomang segera dilanjutkan Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

 

INILAHKORAN, Bojonggede - Usai melantik pejabat pembuat komitmen (PPK), Dinas PUPR Kabupaten Bogor segera melanjutkan proyek Jalan Bomang (Bojonggede-Kemang).

Keberadaan proyek Jalan Bomang ini sempat tersendat lantaran PPK sebelumnya Rizki Taufik Hidayat bersama Bupati Bogor non aktif Ade Yasin, Ihsan Ayatullah, dan Maulana Adam terkata OTT KPK April lalu. Salah satunya pegawai di Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

"Kami sudah melantik tiga orang sebagai PPK. Harapannya, proyek Jalan Bomang dan jembatan Bomang segera dimulai dan diselesaikan tepat waktu dan tepat spesifikasi," kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor Raden Soebiantoro, Minggu 3 Juli 2022.

Baca Juga: Was-was PMK, Penjual Hewan Kurban di KBB Keluhkan Sepi Pengunjung

Bibin sapaan akrab Soebiantoro meminta PPK bekerjasama dengan konsultan pengawas, hingga proyek Jalan Bomang tersebut berjalan dengan baik.

"Konsultan pengawas kami minta bekerja sesuai tugas, pokok dan fungsinya (Tupoksi), mereka harus lakukan pengawasan secara rutin, taat aturan, dan terus berkordinasi melaporkan progres pekerjaan pembangunan Jembatan dan Jalan Bomang yang dikerjakan para penyedia jasa kepada para PPK," pinta Bibin.

Informasi yang dihimpun Inilah Koran, proyek peningkatan Jalan Bojonggede-Kemang di Kecamatan Tajurhalang dimenangkan pelelangannya oleh PT Kemang Bangun Persada dengan nilai Rp44,9 miliar.

Baca Juga: Penggunaan Aplikasi MyPertamina di SPBU Tak Ada Persetujuan DPR

Sementara, proyek pembangunan Jembatan Situ Nangerang jalur lambat arah Bojonggede dimenangkan lelangnya oleh PT Cimendang Sakti Kontrakindo dengan nilai Rp44,9 miliar.

Lalu, proyek pembangunan Jemvatan Situ Nanggerang jalur lambat arah Kemang dimenangkan lelangnya oleh PT Priangan Bangun Nusantara dengan nilai Rp44,9 miliar.

Dihubungi terpisah, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Aan Triana Al-Muharom tidak hanya meminta pekerjaan pembangunan Jalan Bomang tepat waktu dan tepat spesifikasi, tetapi juga lebih rapi.

Baca Juga: Perankan Tentara Korut, Jeon Jong Seo 'Tokyo Money Heist Korea' Akui Sedikit Deg-degan

Politisi Partai Golkar itu tak ingin lagi ada tiang listrik, kabel dan juga gardu listrik ditengah Jalan Bomang. Oleh karena itu, DPU-PR maupun penyedia jasa harus berkordinasi dengan instansi lainnya, seperti PLN.

"Komisi III DPRD Kabupaten Bogor tentunya berkeinginan Jalan Bomang layak pakai dan aman bagi keselamatan pengendara, kamu minta mereka berkordinasi dengan instansi lainnya seperti PLN, hingga tidak ada lagi tiang, gardu maupun kabel listrik di Jalan Bomang," tukas Aan Triana Al-Muharom. (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran