Bima Arya Minta Dedie A Rachim Latihan 11 Hari Jadi Wali Kota Bogor

Wali Kota Bogor Bima Arya menunaikan ibadah haji tahun ini. Selama 11 hari, tugasnya diambil alih Dedie A Rachim.

Bima Arya Minta Dedie A Rachim Latihan 11 Hari Jadi Wali Kota Bogor
Wali Kota Bogor Bima Arya (kanan) menunaikan ibadah haji tahun ini.
INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor, Bima Arya menunaikan ibadah haji pada tahun ini. Dia pun meminta sang wakil Dedi A Rachim untuk 'latihan' jadi orang nomor satu di Kota Hujan itu.
 
Bima Arya bersama istrinya, Yane Ardian berangkat ke Tanah Suci pada Minggu 3 Juli 2022 malam WIB.
 
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim akan menggantikan peran Bima Arya untuk sementara waktu sebagai Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota.
 
 
"Kalau Allah SWT izinkan saya bersama istri jadi berangkat, saya mempercayakan tugas dan kewenangan Wali Kota Bogor kepada Pak Wakil. Suratnya sudah diterima bagian terkait, jadi statusnya Plh," ungkap Bima Arya.
 
"Plh Wali Kota Bogor, bisa memutuskan apa saja, kecuali rotasi ya Pak Wakil. Jadi latihan selama 14 hari ya pak," tambah Bima Arya sambil berseloroh.
 
Bima melanjutkan, adalah terkait salah satu isi tausiyah yang disampaikan KH Mustofa Abdullah bin Nuh bahwa kesempatan kedua ibadah haji yang didapat merupakan berkah dari syahidnya anak muda yang wafat jauh di negeri orang. 
 
 
"Pada saat pemakamannya ribuan orang tanpa diundang menyambut dan mendoakan jenazah almarhum Emmeril Kahn Mumtadz, putra dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil," tuturnya.
 
Bima membeberkan, apa yang disampaikan KH Mustofa Abdullah bin Nuh, dirinya kira itu betul, kebaikan almarhum ketika hidup sungguh luar biasa.
 
Itu diceritakan Kang Emil berdasarkan laporan Satpol PP yang menyampaikan hampir setiap malam, almarhum keluar memberikan sedekah tanpa sepengetahuan Kang Emil maupun Ibu Atalia. 
 
"Ini adalah the power of sincerity, kekuatan dari ketulusan dan keikhlasan, dan kami kecipratan," terang Bima.
 
Terpisah, KH. Mustofa Abdullah bin Nuh dalam dalam tausiahnya menyampaikan sejarah Ka'bah, Mekkah dan ibadah haji sejak zaman Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail yang sempat dikotori pada masa jahiliyah, hingga kemudian proses ibadah haji dibersihkan kembali dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW. 
 
 
"Mari kita yakini, nafkah yang kita keluarkan untuk berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Insya Allah, Allah SWT akan melipat gandakannya," pungkasnya.***(Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran