Insan Pertanian Bogor Borong Juara Lomba Aparatur dan Non Aparatur Jawa Barat 2022

Kabupaten Bogor menyabet tiga penghargaan sekaligus dalamlomba aparatur non aparatur Jawa Barat 2022

Insan Pertanian Bogor Borong Juara Lomba Aparatur dan Non Aparatur Jawa Barat 2022
Insan pertanian Kabupaten Bogor memborong lomba aparatur dan non aparatur tingkat Jawa Barat 2022

INILAHKORAN, Bogor - Insan pertanian  Kabupaten Bogor memborong lomba aparatur dan non aparatur tingkat Jawa Barat 2022 yang dilaksanakan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, dari tujuh kategori, tiga kategori diantaranya dibawa pulang ke Kabupaten Bogor.

"Alhamdulillah, dari tujuh kategori yang dilombakan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bogor memborong tiga di antaranya. Raihan ini yang terbanyak dibanding ajang serupa sebelumnya," kata Kepala Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor Siti Nuriyanti kepada wartawan, Senin,  4 Juli 2022.

Siti Nuriyanti menerangkan, bahwa Kabupaten Bogor meraih juara pertama di kategori Balai Penyuluh Pertanian (BPP), penyuluh dan penyuluh pertanian swadaya (PPS) karena dianggap berkompeten, bermanfaat bagi petani dan memiliki inovasi.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Bogor Senin 4 Juli 2022

"BPP Caringin, Penyuluh PNS Dede Sopiyandi dan PPS Agus Kosasih untuk selanjutnya mewakili Provinsi Jawa Barat, untuk berlomba di ajang yang sama tingkat nasional. Mereka akan kami upgrade kemampuannya, dan secara administratif akan kami bantu juga," terang Siti Nuriyanti.

Demi memberikan semangat kepada instan pertanian yang telah memgharumkan nama Kabupaten Bogor, ia akan mengusulkan ketiganya untuk mendapatkan penghargaan dari Bupati Bogor.

"Semoga usulan kami, disetujui oleh Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan. Prestasi, kinerja dan dedikasi para juara ini layak diberikan penghargaan pada hari ulang tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 77 tahun mendatang," tuturnya.

Baca Juga: Iwan Setiawan: Guna Penuhi Standar WHO, Kabupaten Bogor Butuh Tambahan Ranjang di RS

Siti Nuriyanti menjelaskan bahwa Kabupaten Bogor masih butuh tenaga Penyuluh PNS dan PPS, idealmya dalam satu desa ada 1 orang Penyuluh PNS dan 1 orang PPS.

"Kabupaten Bogor belum meraih komposisi ideal, antara Penyuluh PNS, PPS dengan jumlah desa atau kelurahan. Saat ini, setiap Penyuluh PNS dan PPS, memonitor di dua hingga tiga desa atau kelurahan," jelas Nuriyanti sapaan akrabnya. (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran