Penjual Solar Bersubsidi ke Industri di Cikarang Bekasi Diringkus Polres Bogor

Sat Reskrim Polres Bogor mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan Solar bersubsidi yang menjual ke kalangan industri di Cikarang Bekasi.

Penjual Solar Bersubsidi ke Industri di Cikarang Bekasi Diringkus Polres Bogor
Penjual Solar bersubsidi ke industri di Cikarang Bekasi berhasil diringkus jajaran Polres Bogor.

INILAHKORAN, Cibinong - Sat Reskrim Polres Bogor mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan Solar bersubsidi yang menjual ke kalangan industri di Cikarang Bekasi.

Dalam melalukan penyalahgunaan Solar bersubsidi itu, sekali beraksi komplotan tersebut meraih untung Rp 2 juta. Sejumlah industri di Cikarang Bekas menjadi sasaran empuknya.

Pelaku penyalahgunaan Solar bersubdisi AAZ dan AAL, remaja berusia 22 dan 19 tahun itu merupakan warga Kelurahan Sumur Batu, Bantar Gebang, Kota Bekasi. Peran mereka dalam penyalahgunaan solar bersubsidi ke industri di Cikarang Bekasi sebagai pemilik modal dan supir mobil boks.

Baca Juga: PLN Genjot EBT Biomassa

Mereka beraksi, menggunakan mobil boks yang sudah dimodifikasi, BBM jenis Solar bersubsidi yang mereka beli bukan masuk ke tangki mobil boks tersebut, tetapi dua buah tandon yang masing-masing memiliki kapasitas 1.000 liter.

"Kami berhasil mengamankan tersangka AAZ dan AAL di salah satu SPBU di Cikaret, Cibinong, dugaannya merupakan pelaku penyalahgunaan pengangkutan niaga BBM Solar bersubsidi, dimana solar tersebut dijual ke pihak industri di Cikarang, Kabupaten Bekasi," kata Kepala Polres Bogor AKBP Iman Imanudin kepada wartawan, Selasa 5 Juli 2022.

Iman menerangkan, para tersangka membeli BBM Solar bersubsidi seharga Rp5.500 lalu menjualnya ke penadah dengan harga Rp6.500.

Baca Juga: Kabar Baik bagi Warga Kota Bandung, Mau Buang Kursi, Sofa, Hingga Kulkas? Simak Syarat dan Caranya

"Ada selisih Rp1.000 per liter, kalau dikali 2.000 liter, maka keuntungan yang mereja dapatkan persekali operasi ialah sebesar Rp2 juta," terang Iman.

Kepada kedua orang tersangka, pihak kepolisian mengenakan pasal 55 dan atau pasal 53 juncto pasal 23 Undang-Undang 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi yang lalu diubah menjadi Undang-Undang nomor 20 Tahun 2021 tentang cipta kerja.

"Mereka, AAZ dan AAL terancam hukuman pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar," tutur Mantan Kapolres Kota Tangerang Selatan.

Baca Juga: Puncak HUT Polri Ke 76, Polresta Bogor Luncurkan Video Imbauan Waspada Wabah PMK

Sedankan, Kepala Satreskrim Polres Bogor AKP Siswo De Cuellar Tarigan menjelaskan AAZ dan AAL sudah setahun melakukan modus operandinya. Saat ini, jajarannya masih melakukan pendalaman dan mencari penadahnya.

"Menurut pengakuan tersangka, BBM solar bersubsidi tersebut dijual ke penadah untuk pembangunan di Delta Mas, Cikarang Pusat.  Kami saat ini masih melakukan pendalaman dan mencari tersangka lainnya, yang mengakibatkan negara mengalami kerugian," jelasnya.

Ia melanjutkan untuk menepis kerugian petugas SPBU, AAZ dan AAL membeli BBM Solar bersubsidi ke banyak SPBU di wilayah Kabupaten Bogor, setiap pembelian, maksimal hanya 29 liter. (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran