Warga Perumahan Sentul City Gugat Lagi Bupati Bogor

Usai proses pemeriksaan persiapan, PTUN Bandung menyatakan siap untuk menyidangkan gugatan yang diajukan warga Perumahan Sentul City.

Warga Perumahan Sentul City Gugat Lagi Bupati Bogor
Untuk kesekian kalinya, warga Perumahan Sentul City menggugat Pemkab Bogor untuk menuntut haknya sebagai warga.

 

 

INILAHKORAN, Babakan Madang - Pada 5 Juli 2022, usai proses pemeriksaan persiapan, PTUN Bandung menerima dan menyatakan siap untuk menyidangkan gugatan yang diajukan warga Perumahan Sentul City.

Gugatan warga Perumahan Sentul City yang terdaftar dengan Nomor Register Perkara 51/G/TF/2022/PTUN.Bdg. tertanggal 27 Mei 2022 tersebut diajukan melalui mekanisme perbuatan melanggar hukum oleh badan dan/atau pejabat pemerintahan (onrectmatige overheidsdaad).

Gugatan warga Perumahan Sentul City ini merupakan gugatan kesekian kalinya kepada Pemkab Bogor untuk menuntut haknya sebagai warga.

Baca Juga: Tim Pencak Silat Kota Bandung Raih Medali Emas Fornas VI Palembang

Setelah sebelumnya berhasil menuntut hak atas airnya, kali ini warga mengajukan gugatan karena sikap diam atau tidak pro aktifnya Pemkab Bogor dalam meminta, memverifikasi, mengelola, membina dan mengawasi penyerahan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) di kawasan warga Perumahan Sentul City.

Sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 9 Tahun 2009 tentang pedoman penyerahan PSU perumahan dan permukiman di daerah dan Perda Kabupaten Bogor Nomor 7 Tahun 2012 tentang PSU Perumahan dan Permukiman, Penyerahan PSU Paling lambat 1 (satu) tahun setelah masa pemeliharaan atau telah mengalami pemeliharaan oleh pengembang paling lama 6 (enam) bulan terhitung sejak selesainya pembangunan.

"Faktanya hingga saat gugatan diajukan, PSU di Kawasan tersebut masih dikuasai bahkan dicatat sebagai milik pengembang yakni PT Sentul City Tbk," ucap kuasa hukum penggugat Alghiffari Aqsa Amar kepada wartawan, Selasa 5 Juli 2022.

Baca Juga: Beberapa Pemain Persib Belum Mendapatkan Jatah Bermain, Ini Alasan Robert Alberts

Padahal, sambung Alghiffari Aqsa Amar. Pembangunan Kawasan Perumahan Sentul City tersebut telah berlangsung sejak 28 tahun lalu atau tepatnya di Tahun 1994.

"Selain tidak menikmati fungsi PSU di Kawasan Sentul City, beberapa PSU yang dijanjikan pengembang tidak kunjung dibangun, warga juga masih ditagih pembayaran Biaya Pemeliharaan dan Perbaikan Lingkungan (BPPL) oleh PT Sentul City Tbk. Padahal terdapat Putusan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia yang pada pokoknya menyatakan PT Sentul City Tbk tidak berhak untuk menarik BPPL dari warga di seluruh kawasan perumahan Sentul City karena merupakan perbuatan melawan hukum," sambung Alghiffari Aqsa Amar.

Di sisi lain, tidak dimintanya penyerahan PSU di Kawasan Perumahan Sentul City dari pengembang oleh Pemkab Bogor, mantan Direktur LBH Jakarta tersebut menuturkan sarat akan tindakan koruptif yang berdampak pada kerugian negara dan/atau pendapatan daerah Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Gegara Dendam Kesumat Sejak SD, Seorang Kader Partai Demokrat di Rancaekek Tewas Dibacok

"Padahal, jauh sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga telah mengingatkan Bupati Bogor terkait potensi korupsi karena tidak diserahkannya PSU yang harusnya dikelola negara," tuturnya.

Penyerahan PSU Perumahan Sentul City juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat desa di sekitar Kawasan Sentul City.

Misalnya warga Desa Bojong Koneng yang tidak mendapatkan fasilitas transportasi umum karena Pemkab Bogor harus izin ke PT Sentul City Tbk apabila ingin membuka jalur transportasi yang melintas di Kawasan Perumahan Sentul City.

Baca Juga: Masih Bekerja di Italia, Angelina Jolie Boyong Ketiga Anaknya Belanja di Pasar Umum!

"Hal tersebut seharusnya tidak diperlukan jika jaringan jalan di Kawasan Sentul City telah diserahkan dan dikelola oleh Pemkab Bogor. Akibatnya warga desa kesulitan mengakses fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, pusat perekonomian maupun pusat pemerintahan," papar Alghiffari sapaan akrabnya.

Ia pun berharap gugatan dikabulkan dan PSU Perumahan Sentul City segera dikelola oleh Pemkab Bogor, warga Perumahan Sentul City juga berharap gugatan ini menjadi pengingat kepada pemerintah dan badan publik agar tertib administrasi, tidak mengabaikan hak warga, patuh terhadap peraturan perundang-undangan maupun asas-asas umum pemerintahan yang baik. (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran