Dua Pemuda di Kabupaten Bogor Diamankan Polisi Gegara Selewengkan Solar Bersubsidi

Polisi amankan dua pemuda di Kabupaten Bogor yang selewengkan BBM bersubsidi jenis Solar. Kasus terungkap dari kecurigaan warga.

Dua Pemuda di Kabupaten Bogor Diamankan Polisi Gegara Selewengkan Solar Bersubsidi
Pengungkapan kasus kriminal oleh Polres Bogor di Mapolres, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/7/2022).

INILAHKORAN, Bogor- Polisi Resor Bogor, Jawa Barat, menangkap dua pemuda berinisial AAZ dan AAL yang menimbun dan menyelewengkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar di Kabupaten Bogor.

"Saat diperiksa, petugas menemukan tandon penyimpanan BBM solar dari SPBU," ungkap Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin saat pengungkapan kasus kriminal di Mapolres, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa 5 Juli 2022.

Menurutnya, pengungkapan kasus tersebut berawal dari kecurigaan masyarakat terhadap aktivitas mobil boks yang membeli solar bersubsidi. Kepolisian pun kemudian melakukan pemeriksaan atas laporan tersebut.

Baca Juga: Diungkap Dokter, 3 Cara Lawan Kolesterol Jahat dalam Tubuh

Dari pemeriksaan sementara, keduanya telah melakoni penyalahgunaan solar bersubsidi selama 1 satu tahun. AAZ (22) dan AAL (19) diketahui mengangkut solar menggunakan mobil boks, kemudian dijual untuk proyek di wilayah Cikarang, Bekasi.

"Modusnya mereka membawa tandon di dalam mobil boks lalu memutar ke SPBU-SPBU. Kemudian dikirim ke wilayah Cikarang, Bekasi, untuk proyek pembangunan," kata Iman.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo Tarigan di tempat yang sama menyebutkan bahwa Kepolisian mengamankan dua tangki penyimpanan solar bersubsidi masing-masing berkapasitas 1.000 liter dalam mobil boks.

Baca Juga: Mantap! Bea Cukai Soekarno-Hatta Gagalkan Upaya Penyelundupan Ekspor Kalajengking

Kedua tersangka membeli solar dengan harga Rp5.500 per liter di SPBU, kemudian menjualnya dengan kisaran harga Rp6.500 per liter.

Beberapa SPBU yang sering didatangi keduanya untuk membeli solar yaitu di wilayah Cileungsi, Klapanunggal dan Gunungputri.

"Jadi ambil untungnya di kisaran Rp1.000 per liter setiap sekali angkut," kata Siswo.

Baca Juga: Lakukan Misi Budaya, Tim Muhibah Angklung Jawa Barat Siap Tampil di Amerika Serikat.

AAZ dan AAL kini terancam dijerat Pasal 55 dan/atau Pasal 53 Jo UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dengan hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp60 miliar.


Editor : inilahkoran