Pemkab Bogor Berhasil Menakan Angka Balita Stunting, Ini Dia Strateginya

Berkat penanganan bersama seluruh SKPD Pemkab Bogor berhasil menurunkan tingkat angka balita stunting

Pemkab Bogor Berhasil Menakan Angka Balita Stunting, Ini Dia Strateginya
Pemkab Bogor berhasil menurunkan angka balita stunting.

 

INILAHKORAN, Bogor - Penurunan angka balita stunting berhasil dilakukan oleh Pemkab Bogor dari 12,69 persen menjadi 9,89 persen. Hal itu karena penanganannya diintervensi oleh banyak satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Penanganan balita stunting atau gagal pertumbuhan karena kekurangan gizi dalam waktu lama tidak hanya ketika balita tersebut sudah lahir, tetapi sejak pasangan muda akan menikah.

"Penanganan balita stunting tidak hanya 1.000 hari awal kehidupan,  tetapi sejak pasangan muda tersebut akan menikah, dengan cara diberikan suplemen vitamin dan edukasi," kata Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan kepada wartawan, Kamis,  7 Juli 2022.

Baca Juga: Digugat Warga Perum Sentul CIty, Ini Jawaban Menohok Iwan Setiawan Untuk Pengembang

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan menuturkan bahwa penanganan balita stunting tidak hanya terkait pemenuhan gizi ibu dan balitanya, tetapi juga kondisi lingkungannya dan kondisi ekonomi masyarakatnya.

"Kasus balita stunting terjadi di daerah atau wilayah agak terpencil, hingga kami membangun insfrastruktur jalan, sanitasi, ketersediaan air bersih dan lainnya hingga kami juga akan membangun insfrastruktur yang dibutuhkan di wilayah yang ada kasus balita stunting serta memberikan bantuan agar masyarakat kurang mampu tersebut menjadi pelaku usaha kecil menengah (UKM) olahan makanan yang bergizi," tutur Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan.

Ayah lima orang anak itu menerangkan di wilayah barat, Kabupaten Bogor, dimana ada penambangan emas tanpa izin (Peti) atau pembakaran Aki juga menjadi penyebab balita stunting.

Baca Juga: Warga Kabupaten Bogor Kuy Bayar Pajak Kendaraan, Bebas Denda Lho...

"Air sungai yang teracuni zat mercury dan berbahaya lainnya sangat berbahaya dan menjadikan air tidak bersih, oleh karena itu mari kita jaga lingkungan hidup kita," terangnya.

Iwan Setiawan pun memastikan ketersediaan anggaran di masing-masing SKPD yang ikut menanggani balita stunting, penanganan tersebut dilakukan secara bersama-sama dan difokuskan di wilayah yang ada kasus balita stunting.

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor Siti Nuriyanti mengaku akan membagikan benih padi yang mengandung zat besi kepada para petani yang desanya ada balita stunting.

Baca Juga: Iwan Setiawan: Guna Penuhi Standar WHO, Kabupaten Bogor Butuh Tambahan Ranjang di RS

"Kami akan membagikan benih padi yang kandungan zat besinya tinggi nilainya, beras tersebut akan dibeli pemerintah desa, yang lalu mereka bagikan kepada keluarga peneruma manfaat (KPM) atau masyarakat yang mengikuti program keluarga harapan (PKH)," ucap Siti Nuriyanti. (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran