Mau Diperiksa Kejari dalam Kasus Dugaan Korupsi Bantuan Bencana, Pejabat Pemkab Bogor Mendadak Sakit

Pejabat Pemkab Bogor, S, mangkir dati panggilan penyidik Kejaksaan Negeri Cibinong. Dia adalah tersangka korupsi bantuan bencana alam.

Mau Diperiksa Kejari dalam Kasus Dugaan Korupsi Bantuan Bencana, Pejabat Pemkab Bogor Mendadak Sakit
Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong, Agustian, mengumumkan tersangka kasus korupsi dana bencana alam, SS yang merupakan pejabat Pemkab Bogor, mangkir dari panggilan pertama dengan alasan sakit.

INILAHKORAN, Bogor – Pejabat Pemkab Bogor, S, mangkir dati panggilan penyidik Kejaksaan Negeri Cibinong. Dia adalah tersangka korupsi bantuan bencana alam.

S mestinya datang ke Kejari Cibinong pada Kamis, 4 Agustus 2022 ini untuk pemeriksaan kasus dugaan korupsi bantuan bencana alam dari belanja tidak terduga (BTT) tahun 2017. Tapi, Sekretaris Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Bogor itu tak memenuhi panggilannya dengan alasan sakit.

“Di surat pemanggilan pertama, tersangka S tidak hadir. Dia beralasan sakit, disertai dengan surat dokter,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong, Agustian Sunaryo kepada wartawan, Kamis, 4 Agustus 2022.

Saat kasus ini terjadi, S adalah salah pejabat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Tanggapi Kasus Korupsi Dana Bencana di Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan: Awas Hukum Karma!

Sebelumnya, berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor : TAP723/M.2.18/F.d.2/07/2022 tanggal 28 Juli 2022 telah menetapkan S atau SM sebagai tersangka.

S saat itu adalah Kepala Bidang Kedaruratan Logistik pada Kantor BPBD Kabupaten Bogor tahun 2016-2019 . Sedangkan SS atau SH yang juga jadi tersangka adalah pegawai kontrak pada BPBD Kabupaten Bogor tahun 2011 s/d tahun 2018.

Hal itu berdasarkan hasil penyelidikan, penyidikan dan penghitungan kerugian keuangan negara oleh Inspektorat Kabupaten Bogor atas perkara tersebut dengan nilai atau besar Rp1.743.450.000, dimana pemeriksanan dilakukan terhadap tiga Kecamatan penerima bantuan yaitu masyarakat Kecamatan Cisarua, Kecamatan Tenjolaya, dan Kecamatan Jasinga.

Baca Juga: Dana Bencana Alam Kabupaten Bogor Diduga Ditilep, Kejaksaan Negeri Cibinong Tetapkan Dua Terdangka

Kedua tersangka disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 dan Subsidiair Pasal 3 jo Pasal 18 UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran