Bupati Bandung Barat Tagih Janji Ridwan Kamil

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna menagih program kerja 100 hari Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat untuk segera membenahi infrastrukur di KBU.

Bupati Bandung Barat Tagih Janji Ridwan Kamil
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna

INILAH, Ngamprah - Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna menagih program kerja 100 hari Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat untuk segera membenahi infrastrukur di Kawasan Bandung Utara (KBU), khususnya Lembang yang selalu diterjang banjir selama musim hujan.

Aa Umbara mengaku hujan menyebabkan banjir dan merusak insfrastruktur hingga menyebabkan jalan menjadi berlubang karena air hujan tidak bisa langsung mengalir ke saluran di sisi jalan raya. "Kang Emil (Ridwan Kamil), yang soal 100 hari kerja, tolong benerin Lembang," ujar Aa Umbara, Selasa (18/12).

Pembenahan infrastrukur di Lembang harus dikerjakan oleh pihak provinsi karena status jalannya milik provinsi. Dia mengaku, jalan kabupaten, sudah jauh-jauh hari pihaknya melakukan pembenahan, sekaligus memperbaiki saluran drainasenya.

"Di Lembang kan jalan provinsi, jadi drainase juga tanggungjawab provinsi. Kalau milik kabupaten, sudah saya perbaiki dari kemarin juga," ujarnya.

Menurutnya, Pemprov Jabar harus melihat serta memperhatikan infrastruktur di kawasan Lembang karena menjadi daerah tujuan wisata, serta merupakan kota wisata yang tingkat pengunjungnya berperingkat 10 besar di Indonesia.

Dia pun membantah persoalan banjir di Lembang lebih disebabkan terjadinya alih fungsi lahan di KBU. Aa Umbara mengaku, segala perizinan pendirian bangunan di kawasan tersebut sudah sangat ketat.

"Bukan karena itu (KBU), justru karena gorong-gorong (drainase) yang enggak jelas. Jadi gorong-gorong harusnya kemiringan segini, tapi justru air mengalir ke jalan. Yang saya tahu itu, karena saya juga orang Lembang," ujarnya.

Menurut Aa Umbara, hadirnya investor yang menggarap lahan di KBU justru langkah bagus sebagai upaya penghijauan. Selain itu mereka tidak bisa langsung membangun, tapi harus melakukan penghijauan dulu.

Jadi, persoalan banjir yang kerap terjadi di Lembang tidak ada hubungannya dengan konservasi air di KBU, tetapi akibat buruknya saluran drainase yang menjadi tanggungjawab pihak provinsi. 


Editor : inilahkoran