Cegah Tumbuhnya Bisnis Prostitusi di Cilodong Purwakarta

SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Purwakarta terus melakukan razia di kawasan Cilodong, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. Hal ini dilakukan karena kembali maraknya para penj

Cegah Tumbuhnya Bisnis Prostitusi di Cilodong Purwakarta

INILAH, Purwakarta - Penjaja Seks Komersial (PSK), kembali marak di kawasan Cilodong, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. Hal ini, jelas menjadi pekerjaan rumah (PR) tersendiri bagi pemerintah setempat.

Jangan sampai, keberadaan wanita malam ini kembali menjamur di kawasan tersebut. Apalagi, saat ini telah ada pusat peribadahan besar di wilayah tersebut. Yakni, masjid Raya Cilodong.

Kasat Pol PP Kabupaten Purwakarta, Aulia Pamungkas membenarkan terkait hal tersebut. Dia mengaku, sejak beberapa pekan ini kebanjiran laporan dari masyarakat soal kembali menjamurnya para PSK di kawasan tersebut.

Atas dasar laporan itu, kata dia, sejak beberapa hari terakhir pihaknya gencar menggiatkan operasi penyakit masyarakat (pekat) ke kawasan itu. Alhasil, beberapa PSK berhasil terjaring razia.

"Senin (4/9) malam tadi, kita telah menjaring sekitar 6 PSK. Mereka sudah didata. Kami juga telah memanggil pihak keluarga mereka," ujar Aulia kepada INILAH melalui selulernya, Selasa (5/9/2019).

Menurut dia, kegiatan ini merupakan upaya cipta kondisi di wilayahnya. Apalagi, ada laporan yang masuk ke pihaknya, jika lokasi tersebut kerap dijadikan tempat transaksi prostitusi terselubung.

"Tak hanya ke wilayah Cilodong, kami juga akan menyisir seluruh kawasan yang disinyalir menjadi lokasi transaksi prostitusi terselubung lainnya, " tegas dia.

Aulia menjelaskan, selain banyaknya laporan dari masyarakat, yang mendasari jajarannya kembali menggiatkan operasi pekat ke kawasan Cilodong tak lain karena telah terbitnya Peraturan Bupati nomor 42/2019 tentang penataan kawasan penataan Bungursari Istimewa.

Adapun salah satu poin penting dalam aturan itu, yakni sterilisasi kawasan tersebut dari keberadaan PSK. Selain perbup, Perda nomor 13 tahun 2007 tentang larangan Pelacuran dan Miras, juga menjadi dasar hukum yang digunakannya untuk menggiatkan operasi pekat ini.

Terkait para PSK Cilodong yang terjaring razia ini, pihaknya telah mendata dan mengembalikannya ke keluarga mereka. Dia menegaskan, bilamana para PSK ini kembali terjaring operasi, pihaknya tak segan-segan untuk melakukan pembinaan dan mereka akan dikirim ke panti rehabilitasi.

"Rata-rata, para PSK yang terjaring razia ini merupakan warga wilayah kabupaten tetangga. Misalnya, Bandung dan Subang. Kalau warga Purwakarta tidak ada. Rata-rata usia mereka kisaran 30-38 tahun," tambah dia.

Seperti diketahui, sejak dulu kawasan Cilodong itu terkenal sebagai lokasi prostitusi‎ jalanan di Purwakarta. Bahkan, kala itu sepanjang jalur Bungursari menuju pintu Tol Cikopo itu banyak warung dengan penerangan lilin yang menjajakan para wanita pemuas birahi para lelaki hidung belang.

Namun, beberapa tahun terakhir, pemerintah setempat berhasil mengubah imej negatif tersebut. Salah satu upayanya, yakni dengan membangun Masjid Besar di wilayah itu. Namun, kabarnya akhir-akhir ini para PSK tersebut mulai kembali bermunculan. (*)


Editor : inilahkoran