Dampingi Petani Cabai, Pupuk Kujang Aplikasikan NPK Formulasi Khusus

PT Pupuk Kujang menunjukkan komitmen untuk memberikan pendampingan kepada para petani. Anggota Tim Riset Pupuk Kujang Drikarsa mengatakan, kini pihaknya berhasil memformulasikan pupuk NPK dengan kadar hara yang disesuaikan untuk kebutuhan tanaman tertentu. 

Dampingi Petani Cabai, Pupuk Kujang Aplikasikan NPK Formulasi Khusus
istimewa

INILAH, Bandung - PT Pupuk Kujang menunjukkan komitmen untuk memberikan pendampingan kepada para petani. Anggota Tim Riset Pupuk Kujang Drikarsa mengatakan, kini pihaknya berhasil memformulasikan pupuk NPK dengan kadar hara yang disesuaikan untuk kebutuhan tanaman tertentu. 

Selain NPK customized untuk cabai, Departemen Riset Pupuk Kujang juga siap mengembangkan formula-formula NPK khusus yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan konsumen. 

Dia menyebutkan, pembuatan pupuk NPK formulasi khusus untuk cabai ini terinspirasi dari masalah keseharian petani. Saat menanam suatu komoditi, petani kerap mencampur beragam formula unsur hara supaya tanaman tumbuh optimal. Namun sayangnya, masih ada yang menakar tidak sesuai kebutuhan. Bahkan tak jarang berlebihan dan mubazir. 

Baca Juga : Menhub Minta Pembangunan Terminal Tipe A di 100 Daerah Gandeng Swasta

“Hal itu membuat petani mengeluarkan modal lebih besar untuk membeli beragam pupuk untuk tanaman mereka. Sebab, petani membeli beragam pupuk secara terpisah. Padahal, bertani bisa lebih hemat dan efisien jika ada pupuk dengan formula lengkap yang spesifik untuk suatu komoditi,” kata Drikarsa, akhir pekan lalu. 

Sebagai solusi andal agribisnis,  kata dia, Pupuk Kujang hadir memberikan solusi dengan berkomitmen mendampingi petani mulai dari awal budidaya hingga membantu meningkatkan produktivitas hasil tani dengan menyediakan produk pupuk sesuai kebutuhan. 

“Dengan pupuk ini, diharapkan petani bisa lebih efisien dalam bertani. Sehingga modal tanam bisa lebih terukur. Diharapkan dengan pupuk ini, petani bisa lebih beraturan dan tidak mencampur-campur formula dengan takaran yang asal,” ucapnya saat melakukan pendampingan di kebuh cabai milik Jejen di Garut. 

Baca Juga : Sri Mulyani Ingatkan Eselon I Soal Tantangan Jangka Pendek dan Panjang

Saat menanam cabai misalnya, perlu dihindari pemberian unsur hara yang berlebihan. Sehingga tanaman tidak rusak karena kelebihan unsur hara. Dengan NPK spesifik untuk cabai ini takaran tiap unsur haranya sudah disesuaikan. 

“Terbukti di sini, efektif dalam artian pertumbuhan hasil panen dan efisien dalam hal biaya. Karena yang digunakan itu hanya 1 formula. Dari awal sampai akhir. Kalau kita bandingkan dengan taraf dosis, memang lebih rendah dari kebiasaan petani,” sebutnya.

Pupuk NPK formulasi khusus itu diaplikasikan di ladang cabai milik Jejen di Kampung Curug Pasantren, Desa Karyasari, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.  Di lahan seluas 1 hektare itu, cabai yang ditanam tumbuh dengan ranum. Meski belum merah merona, cabai di ladang Jejen terllihat berwarna hijau segar dan sehat menggelayut di ruas batang pohonnya.  

Baca Juga : IHSG Akhir Pekan Diperkirakan Menguat Ikuti Kenaikan Bursa AS

“Kalau melihat kondisi seperti ini, hampir dipastikan panen bakal optimal. Cabai tumbuh mantap, sehat dan tahan penyakit,” kata Jejen.

Terpantau, buah cabai di ladang milik Jejen nampak mulus mengkilat. Saat dipegang, cabainya terasa pejal dan terkesan kuat. Tidak ada kesan lembek. Tanaman cabai di ladangnya saat ini lebih tahan penyakit meski tumbuh di tengah hujan ekstrem. Tak terlihat gejala cabai busuk karena jamur dan penyakit. 

Jejen makin sumringah karena bakal panen pada momentum tepat. Dia menaksir, bakal mendapat cuan berlipat karena cabai sedang langka dan naik harganya. Alhasil, saat panen nanti cabainya bakal ditunggu dan mudah dijual. 

“Ketika komoditi cabai langka dan banyak dicari, Sesuai hukum pasar harganya pasti meningkat. Cabai banyak dicari dan ditunggu karena pemasok kesulitan mencari cabai. Tapi saya malah ada barangnya. Ini momentum bagus,” ujarnya. (*) 


Editor : donramdhani